Elpiji Langka, Bertahan dengan Kotoran Sapi

211

PACITAN – Kelangkaan dan mahalnya elpiji  tiga kilogram tidak membuat dapur keluarga Suyatno mati tungku. Tak mau berkeluh kesah, warga Dusun Tampel Lor, Glinggangan, Pringkuku, Pacitan, ini memanfaatkan kotoran sapi untuk bahan bakar gas. ‘’Sudah sejak 2012 saya menggunakan biogas,’’ kata Suyatno, Rabu (13/6).

Bahkan, Suyatno menggratiskan empat tetangganya untuk memasang instalasi penyalur biogas ke kompor mereka. Sebenarnya, mereka hanya diminta membantu dalam proses pembuatan biogas. Namun, lantaran malas dan ogah repot, kini tetangganya itu tak lagi menggunakan biogas. Apalagi, kala itu elpiji masih mudah didapat. ‘’Sekarang ada yang minta pasang lagi,’’ tuturnya.

Kini tinggal dia dan anaknya yang memanfaatkan biogas. Namun, produksi biogas Suyatno masih terbatas. Pasalnya, sapinya tinggal tersisa enam ekor. Sebelumnya, dia memelihara puluhan ekor sapi. Sebagian titipan dan sudah diambil kembali pemiliknya. Dari kotoran enam ekor sapi sebenarnya masih dapat menyalakan empat hingga lima kompor.

Sebenarnya, lanjut dia, tak susah membuat biogas. Kotoran sapi dibersihkan dan dicampur air. Kemudian dilumatkan dan dipisah dari sisa makanan yang tak tercerna dengan baik. Selanjutnya dimasukan ke dalam bak penampungan dan dibiarkan sepekan hingga biogas muncul. ‘’Nanti kalau sudah muncul akan mengalir sendiri ke penampungan gas dan siap digunakan,’’ terangnya.

Pun proses pembuatannya tak perlu menggunakan bahan kimia. Setelah diisi pertama kali dan ditunggu sepekan, pengisian selanjutanya dapat dilakukan setiap hari pagi dan sore. Biogas akan bersirkulasi setiap waktu dan dapat digunakan tanpa menunggu. Meski dari kotoran sapi, tidak menimbulkan bau tak sedap.

Api yang dihasilkan biogas bewarna biru kekuningan. Sama panasnya dengan elpiji untuk bahan bakar. Juga tak menimbulkan noda hitam hitam pada alat memasak. ‘’Sama saja, bedanya ini gratis dan tak perlu antre di agen elpiji,’’ tuturnya.

Suyatno beruntung tak meninggalkan biogas di saat elpiji sulit didapat. Elpiji hanya dijadikan cadangan jika sewaktu-waktu biogasnya bocor atau tak dapat digunakan. ‘’Tampungan tradisional seperti ini saja, sudah bisa buat masak dua rumah, kalau dikembangkan lagi bisa buat menyalakan listrik,’’ sebutnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here