Eloknya Taman Pilangbango Ternoda Ulah Mesum

1584

MADIUN – Eloknya Taman Pilangbango Kota Madiun ternodai dengan ulah mesum sejumlah pengunjungnya. Menyusul setelah pedagang area taman yang mengeluhkan tindakan kurang pantas itu. Padahal, fasilitas umum dan arena bermain Taman Pilangbango itu cukup ramai didatangi warga setempat. Sekadar untuk jalan-jalan dan momong anak bermain di area taman. ‘’Pastinya risih tapi mau gimana lagi, dilihatin terus ya mereka kayak nggak ada malunya,’’ kata Santi salah seorang pedagang kaki lima (PKL) ditemui Radar Madiun siang Selasa (16/7).

Putrinya yang baru kelas V SD itu pernah mengadu kepadanya. Buah hatinya memergoki sepasang pemuda yang beciuman tidak jauh dari arena berjualan. Seketika, Santi yang mendengarnya langsung meminta anaknya untuk menutup kedua matanya. ’’Setelah itu saya nggak pernah ajak dia ke taman lagi, saya larang,’’ bebernya.

Dia mengungkapkan, yang tidak kalah membuatnya dan pedagang lain terganggu adalah pasangan  mesum yang usianya sudah tidak lagi muda. Di hadapannya mereka duduk pangku-pangkuan. Saking jengkelnya, dia sampai mendobrak meja lapaknya yang terbuat dari seng itu untuk menyadarkan pasangan mesum. ’’Setelah tak dobrak gitu baru pergi,’’ paparnya.

Dia berujar, sengaja memindahkan lapak dagangannya dekat dengan area bermain anak-anak. Tidak lama setelah jalur aspal pinggiran taman itu tuntas dibangun dinas pekerjaan umum dan tata ruang (DPU-TR). ’’Tadinya saya jualan di depan taman terus pindah kesini karena lebih ramai sejak dibangun jalanan aspal ini,’’ terangnya.

Dia menduga orang tua yang bertindak mesum itu bukanlah pasangan suami istri. Pasalnya, keduanya datang dengan membawa kendaraan bermotornya masing-masing. Juga ditengarai bukanlah warga sekitar taman.  ’’Arahnya motornya kesana kalau pulang orang Kabupaten Madiun.Disini kan pinggiran. Kalau orang kota mana berani bermesraan di situ, ketahuan tetangga lah,’’ jelasnya sembari menyebut jika malam minggu situasi  taman lebih ramai lagi.

Bukan hanya itu, tidak jarang jalur aspal baru tersebut juga jadi lokasi trek-trekan pemuda. Bahkan, pernah ada yang terjungkal dari sepeda motornya akibat ulah balap liarnya. ’’Kalaupun ada satpol PP kesini paling lebih menata pedagang,’’ ujarnya. (dil/ota)

1 COMMENT

  1. Memang di lapangan bagian jalan aspal baru itu minim penerangan, jadinya remang2. Utk maraknya trek2 an lebih baik dikasih garis kejut / polisi tidur saja, terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here