Eks Stasiun Diperketat, Pedagang Tumpah di Jalan Wilis

172

PONOROGO – Intensitas penertiban yang dilakukan tiap dini hari hingga pagi seolah tiada arti. Sampai kemarin (10/1) satpol PP masih mendapati pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan Soekarno Hatta. Tumpah dan semakin meluas. ‘’Memang masih banyak. Bahkan, sampai masuk Jalan Wilis,’’ kata Kasatpol PP Supriyadi kepada Radar Ponorogo.

Satpol PP tak menyerah. Sebanyak 25 personel terus disiagakan di kawasan pasar eks stasiun setiap harinya. Guna menertibkan pedagang yang masih nekat berjualan di lahan aset PT KAI tersebut. Kerap terpantau, tiap pukul 00.00 pedagang tumpah ke trotoar dan bahu jalan. Puncaknya sekitar pukul 04.00. Pedagang obrokan bahkan sampai parkir ke perempatan Jalan Semeru. ‘’Obrokan sampai perempatan Jalan Semeru. Pedagang yang tumpah sampai masuk areal California (kafe dan karaoke, Red),’’ ujar Supriyadi.

Pihaknya mengemban tugas utama untuk menertibkan pedagang eks stasiun yang berjualan di trotoar dan bahu jalan. Sebab, mereka sudah diberi tempat di pasar sementara. Pun, kepolisian yang dilibatkan juga langsung melakukan penindakan jika mendapati kendaraan parkir di sepanjang jalan eks stasiun. ‘’Ketika petugas datang, mereka mau membereskan dagangan. Tapi, setelah kami pergi, menggelar dagangan lagi,’’ keluhnya.

Diakuinya, sejumlah pedagang mengutarakan berbagai alasan tidak boyongan ke pasar sementara. Namun, tegas Supriyadi, itu melanggar komitmen antara pedagang dengan pemerintah. Apalagi, sejak ribuan pedagang Pasar Legi dan eks pengadilan boyongan, praktis tinggal para pedagang eks stasiun yang jadi jujukan warga mencari kebutuhan sehari-hari di seputaran Pasar Legi. ‘’Akhirnya mereka enggan meninggalkan eks stasiun. Kami akan terus pantau. Muncul lagi, kami tindak lagi. Personel kami terbatas, areal berjualan pasar tumpah ini malah meluas,’’ ujar Supriyadi. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here