Eks Honorer Pemprov Nyalo CPNS

178

NGAWI – Aksi tipu-tipu Koirul Anas memanfaatkan momen rekrutmen CPNS 2018 berakhir. Setelah berhasil mengelabui seorang korban, warga Desa Watualang, Ngawi, itu dibekuk polisi di kawasan Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Senin lalu (10/12).

Pria 29 tahun itu pun terancam hukuman penjara empat tahun. ‘’Total ada enam orang yang sempat diiming-imingi tersangka bisa lolos CPNS Kemenkum-HAM (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Red),’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib kemarin (13/12).

Adalah Sudjono, 61, korban aksi tipu-tipu tersebut. Pensiunan guru itu termakan janji-janji manis Koirul –yang masih tetangga sendiri- hingga merugi ratusan juta rupiah. Korban dijanjikan anaknya bisa menjadi PNS Kemenkum-HAM dengan syarat menebus sejumlah mahar. ‘’Saat penyidikan, tersangka mengaku tidak memiliki link ke Kemenkum-HAM seperti yang dikatakannya kepada korban,’’ ujar Indra.

Telanjur terbuai janji manis tersangka, Sudjono menurut saja saat diminta menyerahkan duit Rp 225 juta. Sementara, lima korban lain belum sempat menyetor uang. Mereka hanya bersedia membayar setelah benar-benar lolos tes CPNS. ‘’Korban mengangsur sebanyak tiga kali kepada tersangka,’’ imbuhnya.

Koirul benar-benar lihai bersilat lidah. Sampai tiga kali korban membayar uang jutaan rupiah tanpa merasa curiga kepadanya. Perinciannya, pada 10 Agustus 2017 Sudjono membayar Rp 25 juta. Berikutnya, 16 Oktober 2017 senilai Rp 100 juta. Terakhir, memberikan uang Rp 100 juta lagi. ‘’Setiap kali transaksi, tersangka menggunakan kuitansi bermaterai. Semuanya kami amankan sebagai barang bukti,’’ tutur Indra.

Ulah kibul yang dilakukan Koirul terungkap saat pengumuman seleksi CPNS beberapa bulan lalu. Sadar kena tipu dan tekor Rp 225 juta, Sudjono akhirnya melaporkan calo CPNS tersebut ke polisi. Keberadaan mantan staf honorer Pemprov Jatim di Kediri yang sempat kabur-kaburan itu akhirnya terendus.

‘’Tersangka memakai uang hasil tipu-tipu untuk keperluan pribadi. Tersangka dikenai pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara,’’ pungkas Indra. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here