Magetan

Eko Sudarmawan Beralih Melukis dengan Air Kopi

Hanya Satu Warna Menambah Kesan Klasik

Umumnya melukis menggunakan cat. Namun, Eko Sudarmawan punya cara lain. Anggota Mageti Art itu menggunakan air kopi untuk menghasilkan karya lukisan yang indah.

================== 

FATIHAH IBNU FIQRI, Magetan, Jawa Pos Radar Magetan

SEBUNGKUS kopi saset itu dituang ke dalam wadah agar-agar kecil. Diberi sedikit air dan diaduk dengan kuas. Kopi tersebut sebagai pengganti cat yang digoreskan di kanvas. ‘’Warna gelap serta tekstur dari kopi kental dan encer untuk penerang, semuanya disendirikan sebagai efek dalam lukisan,’’ kata Eko Sudarmawan, pelukis air kopi asal Magetan.

Baru beberapa bulan terakhir Eko melukis dengan air kopi. Mempelajari tekniknya tidaklah mudah. Selain itu, warna kopi yang cenderung gelap sulit untuk dikombinasikan dengan warna lain. ‘’Lukisan hanya satu warna. Tapi lebih kelihatan klasik, ketimbang menggunakan cat berwarna-warni,’’ ujar warga Jalan Sadewa, Sukowinangun, tersebut.

Bapak satu anak itu mempelajari teknik secara otodidak lewat menonton tayangan YouTube. Selain itu, sharing dengan seniman senior di Mageti Art, komunitasnya. Eko membuat dua karya dengan air kopi yang ditarget bisa ikut pameran. Tak dinyana, lukisan itu bisa rampung dalam sepekan. Sanggup diselesaikan tanpa mengganggu rutinitas pemeliharaan mesin salah satu pabrik gula di Magetan. ‘’Siang kerja, malam melukis,’’ tutur karyawan bagian instalasi mesin tersebut.

Kedua karya Eko adalah wayang Dewi Sri dan Punokawan. Meski bisa selesai sepekan, membuat detail tidaklah mudah. Bahkan lebih rumit ketimbang menggambar panorama yang sering dia lukis. ‘’Lukisan tokoh wayang itu saya variasi,’’ terangnya.

Di tangan Eko, apa pun jenis kopinya bisa digunakan untuk melukis. Sama sekali tidak memengaruhi kualitas. Namun, dia memilih menggunakan kopi sasetan. Meski kopi bubuk biasa juga bisa dimanfaatkan. ‘’Satu karya bisa menghabiskan puluhan bungkus kopi,’’ ungkapnya seraya menyebut finishing lukisan kopi tetap diberi sentuhan clear agar warnanya tidak luntur.

Bagi Eko, melukis sekadar hobi. Tidak kuliah seni rupa, tapi darah seni mengalir dari bapaknya yang pandai menggambar. Dia mulai belajar melukis dari kenalan dan internet. Bergabung dengan Mageti Art kian menambah keterampilan dan wawasannya dalam melukis. Sebab, banyak anggota yang menimba ilmu seni rupa. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close