Edy Pristiono Dinilai Lemah Bangun Tim

147

PONOROGO – Musim kompetisi Liga 3 Jatim sudah berakhir bagi Persepon. Bahkan, Selasa lalu (31/7) manajemen secara resmi telah membubarkan skuad Laskar Suromenggolo. Beberapa pemain dipastikan dilepas. Termasuk jasa Edy Pristiono sebagai pelatih resmi diakhiri.

Manajer Persepon Ponorogo Adi Mustiko mengaku berterima kasih atas dedikasi yang telah diberikan oleh Edy selama membesut Trian Wicaksono dkk. Namun, manajemen sudah membuat keputusan bulat bahwa musim depan tenaga mantan asisten pelatih Nanang Kushardiyanto itu tidak lagi dipakai. ‘’Besar kemungkinan kami akan ganti pelatih,’’ katanya kemarin (4/8).

Sebenarnya Persepon di bawah besutan Edy tidak tampil buruk-buruk amat. Dia berhasil mengantarkan Persepon menang tiga kali, seri sekali, dan kalah dua kali sepanjang putaran kedua. Yakni, menang saat melawan Perspa Pacitan, Persemag Magetan, dan Bumi Wali FC.

Hanya, Edy dianggap lemah dalam membangun sebuah tim. Dia dinilai gagal menyatukan masing-masing individu pemain di ruang ganti. ’’Tapi, secara overall kami puas dengan hasil yang diraih pada musim ini,’’ ujar Adi.

Selanjutnya, pada musim depan Persepon bakal tampil dengan elegan. Termasuk menyiapkan segala sesuatunya sejak dini. Baik itu dari sisi pendanaan maupun materi pemain. Adi berharap musim depan Persepon dapat lolos ke penyisihan grup Liga 3 Jatim. ‘’Kami berharap dukungan dari masyarakat lebih antusias lagi. Supaya bisa semakin kompetitif bersaing dengan tim-tim lain,’’ terangnya.

Persepon mengakhiri kompetisi Liga 3 Jatim dengan koleksi 17 poin. Mereka bertengger di posisi empat papan klasemen di bawah Persedikab Kediri, Blitar Poetra, dan Persibo Bojonegoro. Dengan hasil lima kali menang, dua kali imbang, dan lima kali kalah. Kendati berhasil finis di papan tengah, tapi catatan gol Persepon terbilang minim. Mereka hanya mampu melesakkan 10 gol dan kebobolan 15 gol sepanjang kompetisi.

Sementara itu, Ketua Umum Askab PSSI Ponorogo Sukirno menyatakan musim depan Persepon bakal tetap ikut kompetisi Liga 3 Jatim. Hal itu diputuskan untuk menghindari sanksi pencoretan dari keanggotaan PSSI Jatim apabila absen ikuti kompetisi liga amatir tersebut. ‘’Tapi, semuanya tetap bergantung dari dana,’’ ujarnya. (her/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here