Edwin Gratiskan Ongkos Ojol Penumpang yang Lancar Mengaji

109

Banyak cara untuk menambah pahala di bulan Ramadan. Edwin  Firmansyah memilih menggratiskan ongkos ojolnya bagi pelajar yang bisa melafazkan Surah Al-Baqarah ayat 183.

——————————

DILA RAHMATIKA, Madiun

MENGETAHUI sebuah pesan notifikasi masuk ke ponselnya, Edwin Firmansyah bergegas memacu sepeda motornya menuju kompleks MIN Demangan. Sampai di depan pintu gerbang madrasah, seorang pelajar mengenakan seragam pramuka telah menunggu. Sebelum naik, bocah itu melantunkan surah Al-Baqarah ayat 183 dengan merdunya.

Sejak awal Ramadan, Edwin memiliki program sedekah yang unik. Yakni, menggratiskan penumpang yang bisa melafazkan Surah Al-Baqarah ayat 183. Inisiatif ini muncul saat driver ojek online (ojol) itu mengantar buah hatinya mengaji setiap Senin-Rabu. ‘’Anak-anak sekarang ngajinya pintar-pintar, nggak seperti zaman saya sekolah dulu,’’ kata pria 38 tahun itu.

Dari situlah muncul ide Edwin menambah pahala di bulan Ramadan. Warga Bumi Mas, Mojorejo, Taman, itu sengaja menuliskan program sedekahnya tersebut di selembar kertas yang ditempel di jaket ojolnya. ‘’Yang tertarik pasti tanya ini beneran tidak,’’ ujarnya.

Sejauh ini, sedekah unik itu mendapat beragam respons dari penumpang. Ada yang sebenarnya bisa melafazkan ayat tersebut tapi malu-malu. Ada pula yang hafal di luar kepala bak seorang tahfidz Quran. ‘’Ada juga yang takut-takut merasa bacaannya nggak bagus. Terus, saya sampaikan, saya  nggak menilai bacaanya,’’ kata Edwin.

Dalam program ini Edwin sengaja hanya membidik kalangan pelajar setingkat SD sampai SMA sederajat. Pun, belakangan ‘’viral’’ setelah fotonya bersama seorang penumpang diunggah ke salah satu grup media sosial. Banyak rekannya yang mendukung kegiatan amal Edwin.

Bahkan, muncul saran agar penumpang nonmuslim juga dilibatkan mendapatkan dalam program itu. ‘’Akhirnya setelah enam hari pertama Ramadan,  saya juga berbagi dengan nonmuslim yang berangkat atau pulang dari gereja saya gratiskan, khusus Sabtu dan Minggu,’’ paparnya.

Beberapa hari lalu Edwin dikejutkan dengan sebuah akun media sosial yang mengunggah fotonya dengan pelajar SD berseragam pramuka. Unggahan itu kemudian sampai ke perusahaan ojol di Jakarta yang menaunginya. ‘’Mereka (perusahaan ojol, Red) juga mengirim pesan kepada saya menyemanagati dan mengapresiasi dengan apa yang telah saya lakukan,’’  jelasnya.

Yang menarik, alih-alih berkurang, rezeki Edwin justru bertambah setelah menjalankan program sedekah tersebut. Tak sedikit penumpang yang memberikan tip. Padahal, dulu sang istri sempat kawatir berefek pada pendapatan keluarga. ‘’Saya yakinkan ke istri, rezeki sudah ada yang ngatur,’’ sebutnya.

Edwin menjadi ojok sejak Agustus tahun lalu. Sebelumnya, dia karyawan sebuah perusahaan swasta di Jogjakarta. Selama di Kota Gudeg, Edwin hanya sempat bertemu anak-istrinya satu atau dua pekan sekali. ‘’Biar dekat dengan keluarga, akhirnya saya memutuskan jadi ojol,’’ ujarnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here