KriminalitasPonorogo

Edi, Terdakwa Pembunuh Ismiati dengan Gerinda Divonis Penjara 14 Tahun

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) kejaksaan negeri (kejari) dalam menjatuhkan hukuman kepada Edi Purwanto. Terdakwa pembunuh istrinya, Ismiati, itu divonis 14 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Lenny Kusuma Maharani dalam sidang putusan di PN setempat Selasa (12/11).

Besaran hukuman tersebut sama dengan tuntutan JPU, yakni penjara 14 tahun dalam agenda sidang sebelumnya. Hakim mengambil kesimpulan terdakwa sah dan meyakinkan membunuh istrinya dengan gerinda, 13 Februari lalu.

Dalam amar putusannya, Lenny menyebut ada hal memberatkan dan meringankan dalam menjatuhkan vonis. Hal memberatkannya adalah kejahatan yang dilakukan tergolong keji. Apalagi, dalam persidangan terdakwa tidak menyesal. Pun tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan meringankan berperilaku sopan. ‘’Terdakwa dengan unsur sengaja dan sadar melakukan pembunuhan,’’ ujar Lenny.

Mulharjono, penasihat hukum Edi, tidak puas dengan besaran vonis. Sebab, ada ketidaksesuaian antara pertimbangan hakim dengan fakta persidangan. Yakni, kliennya menyangkal semua yang didakwakan JPU. Dengan kalimat lain, persidangan belum terang mengungkap fakta yang sesungguhnya. ‘’Disebutkan, Ismiati dipukul tiga kali, tapi direka ulang tidak ada. Gambarnya juga tidak ada,’’ paparnya.

Pembuktian penyidik juga dianggap lemah. Sidik jari kliennya tidak ditemukan. Terdakwa mengakui ada cekcok tentang utang sebelum terjadi pembunuhan. Namun, saat adu mulut, Edi membawa palu dan istrinya mengambil gerinda. Di sisi lain, banyak barang bukti (BB) kontradiktif. Salah satunya baju yang dikenakan terdakwa pergi ke Kendal, Jawa Tengah. Karenanya, Edi menyatakan pikir-pikir terhadap vonis. ‘’Saya pikir-pikir, Bu,’’ kata Edi sebelum akhirnya hakim ketua memberikan waktu tujuh hari untuk menyatakan banding atau menerima putusan.

Diketahui, kasus pembunuhan dengan nomor perkara 177/Pid.B/2019/PN Png dilimpahkan ke PN Ponorogo, 24 Juni 2019. Edi didakwa tiga pasal berlapis. Pasal 44 ayat 3 UU 23/2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan Sengaja, dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan hingga Menyebabkan Mati. (dil/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close