Ngawi

Eceng Gondok Selimuti Sungai Bengawan Solo

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pemandangan ribuan eceng gondok yang menutupi aliran sungai tidak hanya di Sungai Karanggayam, Sidoarjo. Tanaman itu juga menyelimuti aliran Sungai Bengawan Solo di Dusun Banjarejo, Gendingan, Widodaren, Ngawi. ‘’Jumlahnya ribuan dengan panjang ratusan meter menutupi permukaan sungai,’’ kata Sunarsih, warga setempat, Senin (28/10).

Sunarsih mengungkapkan, eceng gondok hampir muncul setiap musim kemarau. Namun, tahun ini jumlahnya lebih banyak ketimbang sebelumnya. Itu terlihat dari banyaknya eceng gondok di bawah jembatan setempat. Tanaman itu diduga tidak bisa berpindah tempat karena tersangkut bebatuan. ‘’Apalagi air sedang surut,’’ ujarnya.

Tidak banyak warga Banjarejo yang memanfaatkan tanaman air itu. Misalnya, dijadikan kerajinan. Eceng gondok hanya digunakan untuk pakan bebek. Keberadaannya juga menghentikan aktivitas mencari ikan. ‘’Sulit dijadikan kerajinan karena batangnya terlalu kecil,’’ tuturnya.

Sunarsih waswas menumpuknya eceng gondok membuat aliran sungai mampet. Sampah yang terbawa arus mengendap di dasar sungai. Kondisi itu membuat air meluber ke pinggir hingga mengakibatkan banjir. ‘’Dulu jumlahnya sedikit, eceng gondok akan hilang dengan sendirinya saat hujan deras. Tapi, kalau sebanyak ini ya nggak tahu,’’ paparnya seraya  berharap ada petugas yang membersihkan.

Ribuan eceng gondok membentang sepanjang lebih dari 200 meter. Menutupi hampir permukaan aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu. Bahkan, perahu kayu milik warga setempat terjebak di tengah hamparan eceng gondok. Meski begitu, pemandangan hijau tanaman itu jadi spot foto netizen dan fotografer. (gen/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close