Madiun

E-Tilang Jarak Jauh Akan Diterapkan 2020

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sistem bukti pelanggaran (tilang) elektronik (e-tilang) mulai diberlakukan bertahap di Kota Madiun. Tahap pertama pembayaran sanksi tilang melalui aplikasi telepon seluler (ponsel) dan laptop yang terkoneksi internet. ‘’Dengan sistem ini, para pelanggar tidak lagi mengambil barang bukti di kejaksaan,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Budi Cahyono Jumat (25/10).

Budi menerangkan, surat izin mengemudi (SIM) atau surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang disita bisa diambil di kantor polisi. Setelah pelanggar membayar denda di bank yang ditunjuk. Prosesnya, ketika pelanggar lalu lintas diberi surat tilang, datanya masuk aplikasi e-tilang. Selanjutnya akan muncul nomor di BRI Virtual Account (BRIVA).

Pelanggar yang datanya tertera dalam e-tilang dapat membayar denda sesuai jenis pelanggarannya. Melalui aplikasi tersebut, pembayaran denda tidak lagi cash, tetapi secara nontunai. ‘’Jadi, bisa mempermudah masyarakat,’’ ujarnya.

Budi menambahkan, pembayaran dengan sistem e-tilang tersebut harus dilakukan empat hari sebelum jadwal persidangan. Apabila tidak dibayar selama kurun waktu tersebut, pelanggar tidak bisa membayar di bank. ‘’Mereka harus mengikuti sidang di pengadilan negeri (PN) dulu,’’ tuturnya.

Saat ini, e-tilang di Kota Pendekar baru tahap pengenalan dan penyempurnaan peralatan. Sehingga, belum pada penindakan sanksi tilang yang terekam camera closed circuit television (CCTV). ‘’Belum bisa diberlakukan tilang dari jarak jauh karena CCTV yang ada di Kota Madiun belum mumpuni,’’ ungkapnya.

Budi menilai CCTV di Kota Madiun baru sebatas untuk pengaturan dan pengawasan lalu lintas. Belum bisa merekam nomor polisi (nopol) serta mendeteksi wajah pengendara dengan detail. ‘’Sehingga harus ada pembaruan CCTV jika ingin tilang jarak jauh diterapkan di Kota Madiun,’’ terangnya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan dinas perhubungan (dishub), ditargetkan tilang jarak jauh mulai diterapkan di Kota Madiun 2020. ‘’Setelah ada pembaruan CCTV secara menyeluruh, nanti baru kami terapkan tilang jarak jauh secara bertahap,’’ kata Budi.

Saat ini terdapat 56 CCTV yang tersebar di titik-titik keramaian Kota Madiun. CCTV yang terkoneksi di polres dan Dishub Kota Madiun tersebut baru sebatas memantau arus lalu lintas. Juga, mendeteksi nopol kendaraan pelaku kejahatan. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close