Duit Rp 0,5 M Cukup untuk Bangun Tugu APPN?

5

PACITAN – Polemik rencana pembangunan Tugu Anugrah Parasamya Purnakarya Nugraha (APPN) di perempatan Penceng, Pacitan, terus menggelinding. Hingga kini desainnya masih abu-abu. Pemkab Pacitan harus menunggu masukan para seniman setempat. Namun, pemkab wajib cermat untuk mengubah bentuk dan sentuhan seni lainnya.

Pasalnya, anggaran yang disediakan “cuma” Rp 500 juta atau Rp 0,5 miliar. Itu pun ditetapkan sebelum rencana penambahan ornamen berciri khas Pacitan di tugu setinggi 12 meter dan lebar 4 meter tersebut. Sebagai pembanding, Tugu Gading di Ngawi yang berukuran relatif lebih kecil berbanderol Rp 3,1 miliar.

Konsultan pembangunan konstruksi lokal Pacitan Agung Prasetyo memperkirkan anggaran Rp 0,5 miliar untuk membangun Tugu APPN itu sudah melalui kajian teknis dan survei. Meski begitu, Agung belum bisa memastikan cukup atau tidak untuk menambah ornamennya. Menurut dia, harga dipengaruhi bahan, bentuk, tingkat kesulitan hingga nilai seni jika melibatkan seniman. ‘’Bahkan bisa lebih dari Rp 1 miliar. Tergantung apa yang dipasang,’’ katanya, Senin (15/4).

Menurut dia, jika berbahan semen bakal lebih rumit pembuatannya. Pasalnya, penataan bentuk tugu dan ornamen terbatas. Beda dengan bahan perunggu yang fleksibel. Namun, material perunggu relatif lebih mahal. Sekitar Rp 4 juta per kilogram. Padahal, anggaran Rp 500 juta tidak bisa digunakan sepenuhnya. ‘’Tinggal sekitar Rp 480 juta setelah dipotong PPN-PPh,’’ ungkapnya.

Yang tidak kalah penting, pemkab wajib memperhitungkan tingkat kesulitan pembuatannya. Sebab, menurut dia, seni tidak terukur nilainya. Tidak jarang sulit dinalar. Sebaiknya, kata dia, Pemkab intens berkoordinasi dengan para seniman yang terlibat dalam pembangunan tugu APPN. Khususnya, terkait pembuatan ornamen seni bercirikan Pacitan seperti yang diinginkan. ‘’Ide kreatif itu juga mempengaruhi harga,’’ tambahnya.

Lanjut dia, sebelum pembangunan tugu APPN direalisasikan, perlu pemaparan bentuk hingga filosofinya sesuai pemikiran para seniman yang diminta sebelumnya. Pemkab juga wajib berkonsultasi terkait biayanya. Terlebih jika melibatkan seniman. Pemikiran masyarakat lainnya pun penting. Dia tidak ingin bangunan jutaan rupiah tersebut dibongkar lagi. ‘’Seperti patung ke arah Arjosari itu. Biayanya tidak sedikit. Kalau sudah dibongkar seperti itu tanggung jawab siapa,’’ tegasnya.

Selain itu, penghitungan matang lainnya juga berupa kesesuaian detail engineering design (DED) dengan pekerjaan pembangunan. Mulai bahan, bentuk dan lainnya. Pasalnya pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) makin ketat. Hampir setiap inchi bangunan bakal ditaksir nilainya. Termasuk ornamen seni yang terpasang di tugu APPN nantinya. ‘’Kalau tidak layak bisa kena klaim,’’ ujarnya mengingatkan. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here