Duit Cupet, UNBK di SMK Berlian Nusantara Pinjam Laptop Guru

82

MAGETAN – Keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) tidak menghalangi SMK Berlian Nusantara untuk menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Berbagai cara ditempuh untuk bisa menggelar UNBK tersebut. Untuk menyiasati kekurangan client, laptop salah seorang guru akhirnya dipinjam. Biarpun hanya bisa menggelar UNBK dalam satu laboratorium sekali sesi. ’’Kami pinjam dua laptop,’’ kata Kepala SMK Berlian Nusantara Supriyanto.

Kini SMK yang memiliki tiga bidang kompetensi itu hanya memiliki 23 client. Sementara jumlah siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 69 anak. Setiap sesi, pesertanya berbeda. Menyesuaikan jumlah client yang tersedia. Sesi pertama diikuti sebanyak 20 siswa, sesi kedua (25 siswa), dan sesi ketiga (24 siswa). Laptop itu sudah dipinjam bahkan sejak pelaksanaan USBN lalu. ’’Tahun lalu kami juga pinjam, bahkan lebih banyak. Lima unit laptop,’’ ujarnya.

Sebelum digunakan, laptop itu dikarantina terlebih dahulu sekitar dua pekan sebelumnya. Harus dipastikan tidak ada masalah saat pelaksanaan ujian. Laptop yang dijadikan server pun tidak sembarangan. Ada spesifikasi khusus. Paling tidak harus prosesor quad core dengan kapasitas RAM 2 GB. Untungnya, ada guru yang bersedia meminjamkan laptopnya untuk dijadikan client tersebut. Sehingga, UNBK tersebut bisa digelar. ’’Karena sekolah swasta memang dituntut mandiri,’’ tuturnya.

Sejatinya, dari tahun ke tahun SMK Berlian Nusantara terus mengadakan pembelian laptop. Namun, karena dana yang dimiliki minim, pengadaannya tidak bisa sekali waktu dan harus dilakukan secara bertahap. Pengadaan pertama yakni pada 2011 lalu sebanyak 15 unit. Kemudian, pada tahun-tahun berikutnya hanya mampu membeli dua hingga tiga unit laptop. Tergantung duit yang dimiliki oleh pihak sekolah. ’’Benar-benar harus mandiri, kalau tidak bisa beli, ya harus pinjam,’’ terangnya.

Supriyanto memastikan, budaya pinjam laptop untuk UNBK tahun ini bakal menjadi tahun terakhir. Besar kemungkinan tahun depan bakal membeli laptop baru. Sehingga, kekurangan client saat UNBK bisa diselesaikan. Meski baru bisa menggelar UNBK di satu laboratorium. Tidak seperti sekolah lain yang bisa menggelar UNBK di dua hingga tiga laboratorium sekaligus. ‘’Alhamdulillah, untuk server kami mendapat bantuan dari Jakarta, satu unit,’’ sebutnya.

Kendati hanya menggelar UNBK pada satu laboratorium, pihak sekolah tetap menyediakan genset. Bahkan, sengaja mengeluarkan anggaran khusus untuk menyewa. Sebab, genset yang dibeli dua tahun lalu kerap mengalami masalah. Dayanya pun tidak bisa untuk mengaliri seluruh client. Itu sebagai antisipasi jika terjadi masalah pada aliran listrik. Biarpun pihak PLN sudah berkomitmen tidak akan melakukan pemadaman listrik selama UNBK berlangsung. ‘’Alhamdulillah, sampai hari kedua ini masih lancar. Listrik dan jaringan tidak ada kendala,’’ ucapnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here