Duit Beasiswa untuk Mahasiswa Kota Madiun Melimpah

107

MADIUN – Pemberian bantuan beasiswa mahasiswa Kota Madiun menjadi fokus perhatian pemkot. Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi, jumlah penerima beasiswa selama ini tidak sesuai target yang diharapkan.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) mengatakan, setiap angkatan tahun ajaran baru, pemkot membidik 250 anak penerima beasiswa. Dengan demikian, untuk menempuh perkuliahan hingga empat tahun, setidaknya ada 1.000 anak menerima bantuan beasiswa secara gratis. ’’Sementara faktanya, target tersebut tidak terpenuhi. Bahkan angkanya belum mencapai 300 penerima,’’ katanya kemarin (30/1).

Menindaklanjuti hal itu, SR meminta dinas pendidikan (dindik) membentuk tim melibatkan perguruan tinggi (PT) maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta masyarakat di tingkat kelurahan untuk memberikan pemahaman terkait program bantuan beasiswa mahasiswa tersebut. ‘’Karena itu, (beasiswa) eman-eman kalau tidak dioptimalkan. Karena saya tegaskan Kota Madiun tidak punya sumber daya alam (SDA), maka kita harus meningkatkan sumber daya manusia (SDM), salah satunya dengan pemberian beasiswa,’’ ujar SR.

Mantan wakil wali kota Madiun itu berharap, kepala daerah yang baru nantinya dapat melanjutkan program beasiswa gratis bagi masyarakat Kota Madiun tersebut. Apalagi, program itu diklaim dapat memberikan kesejahteraan. Karena mampu mengurangi beban warga. Terlebih lagi jika sebelumnya bantuan beasiswa itu hanya diperuntukkan mahasiswa yang sudah tercatat di perguruan tinggi negeri (PTN), kini mulai merambah ke perguruan tinggi swasta (PTS) asalkan terakreditasi B. ‘’Saya pikir pemerintahan yang baru (di bawah komando Maidi-Inda Raya, Red) sudah tidak asing lagi karena mereka bagian dari kita,’’ ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, SR menyebutkan bahwa sebelumnya bantuan yang diterima mahasiswa Rp 600 ribu per orang per bulan, saat ini meningkat menjadi Rp 750 ribu per orang per bulan sampai lulus.

Beasiswa itu diperuntukkan warga Kota Madiun sesuai kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Serta berasal dari keluarga tidak mampu yang berprestasi dengan dibuktikan surat pengantar dari kelurahan dan kecamatan.

Kepala Dindik Kota Madiun Heri Wasana mengatakan, pemkot memang menyediakan anggaran yang cukup besar untuk implementasi program tersebut. Mahasiswa kurang mampu bakal di-cover oleh anggaran itu sampai tamat kuliah. ’’Target yang ditentukan memang belum tercapai. Tapi, kami coba memperluas jaringan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin.

Adapun bentuk upaya dindik untuk menuntaskan program bantuan beasiswa mahasiswa itu dengan menambah jatah penerima. Dari sebelumnya yang menerima hanya mahasiswa asal Kota Madiun yang menempuh PTN, kini ditambah mahasiswa yang kuliah di PTN. ’’Mulai tahun lalu sudah kami programkan yang menerima bantuan ini tidak hanya anak-anak kuliah di PTN. Tapi, mereka yang kuliah di PTS juga diberikan,’’ terang Heri.

Hanya, syarat penambahan penerima bantuan beasiswa mahasiswa itu diperketat. Seperti penerima harus memperoleh indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 2,75 dan kampusnya minimal berakreditasi B. ‘’Harapan kami, dengan dibukanya keran kesempatan ini, target (penerimaan bantuan beasiswa) yang ditetapkan 250 mahasiswa bisa tercapai,’’ harap Heri. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here