Duh, Bantuan Bus Sekolah Tak Kunjung Terealisasi

217

NGAWI – Keinginan Pemkab Ngawi mendapat bantuan bus sekolah seperti sejumlah daerah tetangga sejauh ini masih sekadar mimpi. Meski sudah hampir setahun lalu diusulkan ke pemerintah pusat, hingga kini bantuan tak kunjung terealisasi. ‘’Nanti akan kami tindak lanjuti lagi. Mudah-mudahan ada progres positif tahun ini,’’ kata Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono kemarin (2/1).

Kanang mengungkapkan, pemkab telah berkoordinasi dengan dua kementerian terkait bantuan bus sekolah itu. Pada awal 2018 silam pihaknya mengajukan proposal ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sedangkan beberapa bulan lalu melayangkan permohonan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) setelah pihaknya mendapat tawaran langsung dari Mendikbud Muhadjir Effendi.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Tumiran Robes mengaku sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut terkait pengajuan bantuan bus sekolah itu. ‘’Yang pasti, kami juga masih menunggu bagaimana keputusan dari kementerian nanti,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, pemkab mengajukan bantuan 15 unit bus sekolah. Rencananya, belasan armada itu akan beroperasi di tujuh trayek. Masing-masing trayek, dua unit. Sisa satu unit lainnya digunakan sebagai bus cadangan. ‘’Sesuai hasil survei, kebutuhan kita memang banyak,’’ tuturnya.

Ketujuh trayek tersebut adalah Ngawi-Walikukun-Sine, Ngawi-Jogorogo-Kendal, Ngawi-Jogorogo-Ngrambe, Ngawi-Geneng, Ngawi-Kwadungan, Ngawi-Pangkur, dan Ngawi-Karangjati. ‘’Penentuan trayek berdasarkan banyaknya pelajar, khususnya SMP, yang menggunakan sepeda motor,’’ paparnya.

Lalu, bagaimana jika permohonan itu tidak terealisasi? Pihaknya bakal meluncurkan program kerja sama dengan lembaga-lembaga mandiri yang menyediakan angkutan sekolah. ‘’Mungkin saja mereka yang menjalankan operasionalnya, pemkab yang men-support biayanya,’’ terang Tumiran. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here