Dugaan Jual Beli Kunci Jawaban Mewarnai UNBK SMA/MA di Kota Madiun

132

MADIUN – Dugaan praktik jual-beli kunci jawaban mengiringi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA Sederajat 2019 di Kota Madiun. Praktiknya, ada yang menawarkan kunci jawaban Bahasa Indonesia (BI) melalui WhatsApp (WA). Pesan-pesan itu berseliweran sejak 27 Maret.

Jawa Pos Radar Madiun berusaha menelusuri kebenaran informasi itu. Salah satu cara dengan menyamar pula sebagai siswi peserta UNBK. Komunikasi pun terjalin dengan salah seorang siswa yang berinisial CB. Diperoleh keterangan pula, CB juga berperan ikut menjualkan dari penyuplai kunci jawaban di Magetan. ’’Waduh nggak iso wesan terakhir Jumat kae (29/3),’’ kata CB dalam pesan singkat WhatshApp.

CB lantas meminta wartawan koran ini membeli kunci jawaban ke pelajar di salah satu SMAN di Kota Madiun. Sebab dari informasi yang dia dengar dari teman-temannya pelajar asal sekolah tersebut membuka penjualan kunci jawaban sampai H-1 UNBK. ’’Coba ae tanya, jare koncoku sik buka (kata teman masih buka pembelian), lek neng nggonku wes gaiso, dibatesi teko konone (Magetan, Red),’’ sebutnya.

Dalam penjelasan singkat CB penawaran jual beli tersebut sudah dibukanya sejak pertengahan bulan lalu. Dia menawarkan ke grup WhatshApp di lingkaran pertemannya. Dengan kalimat penawaran singkat, jika membutuhkan kunci jawaban UNBK SMA bisa japri langsung secara pribadi. Dia enggan menyebut harga dan teknis distribusi kunci UNBK dalam grup tersebut. ’’Nek aku ko Magetan, Magetan kui enek nduwuran eneh,’’ jelasnya.

Lanjutnya, per kunci jawaban tersebut dijual dengan harga Rp 200.000 untuk individu. Kalau borongan bisa lebih daripada itu sekitar Rp 1 juta. Dia tidak menyebut secara rinci sistem pembayarannya. Hanya saja, kunci jawaban tersebut bakal diterima pembeli dalam bentuk PDF ber-ID. ’’Iyo kui kan modele di gae ne ID Pass neng PDF (iya itu kan modelnya dibuatkan ID password di PDF tersebut), sak wong sak ID (satu orang satu ID)’’ tulisnya sembari menyebut sudah banyak pelajar yang membeli dari Madiun dan Magetan.

Selain CB, salah satu pelajar Madrasah Aliyah di Kota Madiun, sebut saja AA juga mengaku membeli kunci jawaban dari pelajar SMAN Kota Madiun. Nah, dia menyebut dua SMAN Kota Madiun. AA menceritakan, dia berkenan membantu memberikan kunci jawaban. Namun, dia harus memastikan terlebih dahulu ketersediaan kunci jawaban tersebut ke pengedar. Apakah dalam bentuk kunci jawaban UNBK saja atau lengkap berupa soal plus kunci jawabanya. ’’Masalahe kae aku dikon nulis user name ngono,’’ bebernya.

Dia menyebutkan, dia mengaku bisa menjadi perantara jual beli kunci jawaban tersebut dengan cara mengirim uang pembelian ke nomor rekening pribadinya. Namun, dia ingin memastikan kerahasiaan namanya.  ’’Ning aku iso tapo ojo ngomong tukune neng aku, wedi digoleki wong-wong aku,’’ akunya.

Dia lantas mengaku kunci jawaban tersebut akurat. Jaminannya uang akan kembali sebesar 40 persen dari harga pembelian. Dia menyebut di sekolah lain ada yang menjual dengan harga Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu untuk satu orang. ‘’Nggak ngerti aku lek borongan,’’ bebernya.

Sumber lain yang ditemui wartawan koran ini kunci jawaban tersebut didistribusikan usai pelaksanaan sesi pertama UNBK. Pendek kata, hanya peserta ujian dari sesi ke II dan ke tiga yang berpeluang besar bisa mendapatkan kunci jawaban tersebut. Kendati beredar jual beli kunci jawaban tidak semua pelajar memilih menggunakan cara instan tersebut.

Muhammad Rifai misalnya, dia tidak begitu yakin dengan kunci jawaban tersebut . Dia khawatir jika kunci tidak sesuai dengan soal yang dia kerjakan.  Yang ada malah merugi dan mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. ‘’Selain nggak menjamin jawaban benar semua, di masa depan nilai yang didapat nggak murni hasil belajar dia sendiri, malah merugikan kedepannya,’’ akunya.

‘’Berarti mereka (yang beli) tandanya nggak prepare dan belajar buat ujian,’’ tandasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here