Dugaan Korupsi PUAP Gapoktan, Kejari Temukan Bukti Kuat

357

KOTA –  Pengusutan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) bantuan langsung program usaha agribisnis pedesaan (PUAP) di  Gabungan Kepompok Tani (Gapoktan) Desa Mangunharjo, Arjosari, Pacitan, berlanjut. Hasil ekspose kejaksaan negeri (kejari) setempat Rabu lalu (26/9) menemukan bukti kuat. ‘’Dua alat bukti sudah tercukupi,’’ kata Kepala Kejari Pacitan Adji Ariono, Jumat (28/9).

Untuk memenuhi dua alat bukti tersebut, pihaknya telah  memeriksa sekitar 16 saksi. Mulai pengurus gapoktan, warga, dan pihak Pemerintah Desa Mangunharjo serta pejabat dinas pertanian selaku pengucur bantuan. Pemeriksaan itu dilakukan sejak Juli lalu. Alat bukti lainnya berupa berkas penerimaan bantuan dan sebagainya. ‘’Alat bukti itu bisa keterangan saksi, tersangka, ahli, surat, maupun petunjuk. Dua saja cukup, tidak harus semua,’’ tambah Adji.

Adji mengungkapkan modus penyimpangan bantuan PUAP dilakukan secara konvensional. Bantuan Rp 100 juta untuk setiap gapoktan tidak dibagikan kepada kelompok tani (klomtan). Melainkan masuk kantong pribadi. Kerugiannya diperkiran sekitar 80 persen dari dana yang dikucurkan. ‘’Kami masih menunggu hasil penghitungan kerugian dari ahlinya. Bisa dari BPKP, BPK, atau akuntan publik,’’ ungkapnya.

Dengan  begitu, Adji menyatakan dugaan rasuah kuat. Hasil ekspose ini bakal dilanjutkan ke tahap penyidikan. Pihaknya masih menunggu proses penerbitan surat perintah penyidikan (sprindik).  Dalam tahapan tersebut, pihaknya berhak melakukan upaya paksa. ‘’Mungkin pemanggilan, penggeledahan, hingga penyitaan,’’ jelasnya.

Sementara itu, rencana ekspose dugaan tipikor di Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha terpaksa diundur. Alasannya, pihaknya masih butuh waktu lama. ‘’Karena jaksa juga debat. Apalagi jumlahnya banyak,’’ tuturnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here