Dugaan Korupsi Prokasih-Komposting Pasar Sayur, Direktur PT TMK Tersangka

81

MAGETAN – Jumlah tersangka dugaan korupsi jasa pekerjaan kebersihan di Pasar Sayur Magetan bertambah. Direktur PT Tata Mitra Kerja (TMK) akhirnya menemani Dad dan EP, PNS Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan, yang lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Ketiganya dianggap bertanggung jawab dalam pekerjaan berkaitan Program Kali Bersih (Prokasih) dan Komposting sampah Pasar Sayur tersebut. ‘’Direkturnya sudah menjadi tersangka,’’ kata Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni.

Namun, Sukatni enggan membeberkan identitas direktur yang terjerat kasus rasuah itu. Dia hanya menyebut direktur tersebut merupakan pimpinan PT yang kini menangani program kebersihan di saluran terbuka (salter) tersebut. Meski sudah ada tiga tersangka yang ditetapkan, namun penyidikan unit tindak pidana korupsi (tipikor) tidak berhenti. ’’Unit tipikor masih terus melakukan penyidikan,’’ jelasnya.

Kata dia, saksi-saksi terus dihadirkan untuk mengorek informasi lebih dari dugaan korupsi tersebut. Mulai para PNS dari lingkup DLH Magetan hingga dari pihak ketiga pekerjaan tersebut. ’’Banyak  yang kami periksa, sudah ada belasan saksi,’’ ungkapnya.

Pun, saat ini pihak Polres Magetan sudah menyimpan angka pasti kerugian negara yang disebabkan dugaan korupsi tersebut. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sudah menyerahkan hasil pemeriksaan dan penghitungan kerugian negara tersebut. Berapa rupiah duit yang diselewengkan ketiga tersangka tersebut? Pihak kepolisian masih menyimpannya rapat-rapat. ’’Ada kerugian negara. Sudah ada pemeriksaan dari BPKP,’’ paparnya.

Proses penanganan dugaan tindak pidana korupsi di lingkup DLH itu sudah dilakukan pihak kepolisian sejak  tahun lalu. Sementara penetapan dua PNS DLH sebagai tersangka dilakukan pada Mei lalu. Di mana, Dad saat itu sudah pindah tugas ke dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) sejak pertengahan 2017. Sementara tersangka EP hingga kini masih menjabat sebagai kasi pengurangan sampah.

Kendati sudah mengantongi nama ketiga tersangka dalam dugaan korupsi itu, namun pihak kepolisian tak kunjung melimpahkannya kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan. Pelimpahan berkas tersangka itu semula dijadwalkan setelah pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Namun, hingga kini masih ngendon di kepolisian. ‘’Karena statusnya masih dalam penyidikan. Jadi, tidak bisa serta merta (dilimpahkan),’’ jelasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here