Dugaan Korupsi PPAT Kedelai, Dua Pejabat Kementan Diperiksa

58

PONOROGO – Pengusutan perkara dugaan korupsi program perluasan area tanam (PPAT) kedelai di Ponorogo tidak berhenti pada tersangka Wanda Kristina. Kemarin (5/12) penyidik kejaksaan negeri (kejari) setempat diam-diam memeriksa dua pejabat Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kemterian Pertanian (Kementan).

Mereka diperiksa secara maraton mulai pukul 11.00. Hingga pukul 15.00 pemeriksaan belum tuntas. Keduanya adalah Rachmat dan Mulyono. Nama terakhir kasubdit kedelai di direktorat aneka kacang dan umbi. Para pejabat itu diperiksa lantaran terkait langsung dengan program pengadaan benih kedelai senilai Rp 3,9 miliar. ‘’Intinya berkaitan tupoksi dan tanggung jawab mereka,’’ kata Kasi Intel Kejari Ponorogo Kundrat Mantolas.

Meski begitu, Kundrat menyatakan tidak tahu materi pertanyaan yang diajukan penyidik kepada keduanya. Dia berdalih, pemeriksaan masih berlangsung. Namun, Kundrat membocorkan kisi-kisi yang ingin dicari tahu penyidik. Yakni, mekanisme penyaluran program yang diduga merugikan negara senilai Rp 1,3 miliar tersebut. ‘’Mereka dari kementerian. Dana ini dari APBN-P 2017. Itu tupoksi mereka,’’ ujarnya.

Menurut Kundrat, kedua pejabat tersebut paham betul mekanisme penyaluran program bantuan tersebut. Dana itu, lanjutnya, dicairkan dari pusat ke daerah melalui provinsi. Pihak yang mengelola dana tersebut Disperta dan Ketahan Pangan Jatim. Kundrat pun belum tahu pasti ada tidaknya tindakan melawan hukum dalam proses penyaluran. ‘’Ini yang masih kami teliti,’’ terangnya.

Kundrat menambahkan pemeriksaan masih akan terus berlanjut. Sejumlah pihak yang berkaitan dengan program ini akan dimintai keterangan, tanpa terkecuali. Termasuk dari pihak pemkab setempat. ‘’Sebelum ini sudah ada beberapa yang kami kirimi surat pemanggilan pemeriksaan. Tapi ada yang beralasan berhalangan hadir,’’ kata Kundrat. (naz/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here