Pacitan

Dugaan Kecurangan Pilkades Kasihan, Panitia Bantah Tudingan Cakades

MADIUN, Jawa Pos Radar Pacitan – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kasihan, Tegalombo, membantah tudingan kecurangan dari salah satu calon kepala desa (cakades) setempat. Mereka mengklaim seluruh tahapan tepat waktu. Pun tidak ada aturan yang dilanggar. Saat dikroscek ulang, seluruh panitia Pilkades Kasihan dikumpulkan. ‘’Adanya bener dan bener,’’ kata Ketua Panitia Pilkades Kasihan Sukatno Selasa (22/10).

Menurut dia, memang ada selisih banyak jumlah pemilih hanya dalam waktu sekitar 11 menit sebelum coblosan dihentikan. Namun, dipastikan panitia tidak melakukan pengurangan dan penambahan data. Mereka datang usai dibacakan pengumuman tingkat kehadiran pemilih.

Jumlah pemilih sekitar 3.661 orang pada 11 menit sebelum pukul 12.00 dan 3.909 orang di akhir coblosan pun dibenarkan. ‘’Dibacakan moderator (panitia pilkades), tingkat kehadiran sekian sekian. Itu memang untuk mendatangkan pemilih yang belum hadir agar segera hadir. Tidak ada penambahan atau pengurangan,’’ tegasnya.

Terkait proses pencoblosan, Sukatno juga mengklaim pihaknya lebih berhati-hati. Stempel pengecekan kelolosan data pemilih undangan dilakukan dua kali. Per dusun hingga tingkat desa melalui petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dan panitia pemungutan suara (PPS). Stempel per dusun itu sengaja diterapkan demi mengantisipasi kemungkinan ada panitia yang ceroboh. ‘’Agar tahapan tepat dan aturan tidak terlewat, kami gunakan muatan kearifan lokal. Yaitu membuat stempel itu,’’ jelasnya.

Tidak hanya itu, panitia pun meminta ada dua saksi dari masing-masing cakades. Satu bertugas mengawasi sah tidaknya coblosan. Sedangkan lainnya mengawasi kotak berisi perolehan suara para cakades. Sehingga, dari lima cakades, terdapat sepuluh saksi. ‘’Lima saksi menyebutkan coblosan sah atau tidak. Setelah disahkan lima saksi, diterima panitia, ditumpuk di lima meja mulai meja satu hingga lima sesuai kandidat. Ditata, selanjutnya diawasi saksi kedua,’’ bebernya.

Pihaknya juga sudah terbuka. Hanya cakades nomor 5 Sudirno dinilai salah paham. Pihaknya tidak pernah dimintai data partisipan dan lainnya. Dia pun heran dengan aksi massa ke kantor Kecamatan Tegalombo yang dilakukan Sudirno. Pasalnya, tidak ada laporan keberatan yang mengarah ke panitia pilkades, badan permusyawaratan desa (BPD), maupun pengawas.

Sepengetahuannya, cakades dengan perolehan suara tertinggi kedua itu sempat bertandang ke kantor desa Jumat lalu (18/10). Dia mengisi buku tamu menuliskan minta konfirmasi pelaksanaan pilkades. ‘’Yang diminta siapa tidak jelas. Tidak ada yang menanggapi, karena tidak ke sekretariat pilkades,’’ ungkapnya.

Karena itu, pihaknya memilih menunggu kabar terkait permasalahan keberatan cakades yang disebut masih sepupunya itu. Pihaknya bakal menjawab apa adanya jika dikonfirmasi pihak kecamatan maupun panitia pilkades kabupaten. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close