Duel Sengit dengan Findra, Unggul Selisih 1 Detik

95

Sri Suyamti berhasil menyabet predikat Queen of Mountain (QOM) di event Srambang Challenge 2018. Dia bersaing dengan cyclist perempuan lain di kelas woman exhibition. Satu kilometer menjelang finis sempat menjadi gelanggang duelnya dengan Findra Almira, atlet Asian Games 2018.

KUCURAN keringat Sri Suyamti terhenti. Rasa lelahnya melejit di atas sepeda balap terbayar lunas sesaat setelah melewati garis finis di kawasan Desa Girimulyo, Jogorogo. Mata perempuan 30 tahun ini terbelalak takjub dengan pemandangan alam yang tersaji di Srambang Park. Beragam jenis pohon yang menjulang membuatnya tidak berkedip. Udara yang segar menyeka peluh yang dirasanya setelah menempuh rute tak kurang dari 52 kilometer. ’’Asyik event-nya, capek-capek langsung hilang setelah finis,’’ kata Yamti –sapaan akrab Sri Suyamti– kepada Radar Ngawi.

Sebuah medali mengalung di leher Yamti. Papan bertuliskan juara bertuliskan angka 1 yang dia angkat di podium memperjelas predikatnya sebagai Queen of Mountain (QOM). Senyum semringah terlempar darinya sesaat setelah pembawa acara menyebut namanya. Segar sekali wajah Yamti kala itu. Hanya sedikit sisa-sisa kelelahan di rautnya. ‘’Senang dapat juara. Seneng bisa foto-foto juga, tambah teman baru sesama cyclist,’’ ujarnya.

Kegembiraan Yamti tidak serta merta didapatkannya dengan mudah. Dia mesti lebih dulu berduel sengit dengan Findra Almira, atlet Asian Games yang tak ketinggalan turun di event Srambang KOM/QOM Challenge 2018. Yamti ingat betul tanjakan-tanjakan terakhir menjelang finis. Satu kilometer terakhir, dia tidak lepas berjajar dengan atlet Asian Games tersebut. ’’Jejer terus satu kilo terakhir. Kemudian habis-habisan di 100 meter menuju finis. Cuma selisih satu detik akhirnya,’’ jelasnya.

Keberhasilan Yamti tidak didapat dengan gampang. Beberapa pekan sebelum event digelar, dia membuat jadwal latihan khusus. Referensi terkait tanjakan rute Srambang KOM/QOM Chalenge 2018 dicarinya. Sedikit mendapatkan gambaran, Yamti lantas mencari rute yang mirip-mirip sebagai tempat latihan. Di sela pekerjaannya sebagai staf di Dispora Sukoharjo, sepekan 3-4 kali dia latihan menanjak. ’’Rute di event kali ini memang tidak begitu jauh, tapi tanjakannya itu, hmmm,’’ selorohnya.

Gelaran Srambang KOM/QOM Challenge 2018 ini disebut Yamti telah memberikan kesan istimewa ketimbang event sebelumnya. Itu tidak lain tidak bukan lantaran apiknya pemandangan sepanjang rute, terlebih di kawasan menjelang dan sesudah finis. Yamti begitu menikmati sembari melaju di atas Canyon Ultimate CSSLX kelir hitam-merah miliknya. ’’Kebetulan, suami juga ikut,’’ tuturnya.

Yamti bersama Edi Purnomo –suaminya– menjadi jawara. Bagaimana tidak, di kategori yang diikuti masing-masing, keduanya sama-sama mendapat juara I. Kendati demikian, saat di lintasan, agaknya status suami-istri tersebut hilang beberapa saat. Keduanya sama-sama sibuk dengan kontingen race masing-masing. Pun, fokus dengan sepeda balap sendiri-sendiri. ’’Suami-istri kalau di rumah, kalau sedang balapan beda ceritanya,’’ cetus perempuan yang kepincut dengan sepeda balap lantaran saat kecil sering diajak nonton race oleh budenya yang atlet sepeda ini.

Yamti tak mau setengah-setengah saat berada di lintasan balap. Termasuk pada event  yang tuntas digelar Sabtu lalu (13/10) itu. Rute yang sama sekali belum dikenal sebelumnya, membuatnya ekstrahati-hati. Tenaga benar-benar diaturnya saat membungkuk duduk di atas sadel. Berapa kali kaki berputar, diselaraskan betul dengan tarikan napas. ’’Pintar-pintar jaga fisik, malu kalau sampai TTB, tuntun bike,’’selorohnya terkekeh.

Bersepeda sedianya sudah tidak bisa dilepaskan lagi dari sosok ibu dua anak ini. Kecanduan Yamti berkeringat di atas sadel sepeda kadung menjadi. Pasca melahirkan anak keduanya, dia sempat menyetop sesaat hobinya gowes. Namun, kambuh lagi sesaat setelah keinginan untuk menurunkan berat badannya yang sempat naik 17 kilo setelah punya momongan kedua. ’’Telanjur suka. Enaknya lagi, kalau hari itu saya bersepeda, saya bebas makan apa saja,’’ ucapnya. (deni kurniawan/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here