Dua Warga Meregang Nyawa akibat DBD

123

MADIUN – Memasuki musim penghujan, nyamuk Aedes aegypti mulai menebar teror. Catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, sepanjang dua pekan terakhir sudah 46 kasus demam berdarah dengue (DBD) ditemukan di wilayah setempat. Dari jumlah itu, dua pasien meninggal direnggut penyakit tersebut.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Agung Tri Widodo mengungkapkan, dari puluhan kasus itu terbanyak ditemukan di Dusun Ngronggo, Desa Rejosari, Sawahan. ‘’Ada belasan warga yang terjangkit,’’ ujarnya kemarin (16/1).

Tidak salah jika dinkes melakukan fogging di lingkungan tersebut. Selain rumah, pengasapan menyasar kebun dan saluran air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. ‘’Di-fogging supaya tidak tambah banyak warga yang terjangkit,’’ katanya sembari menyebut fogging dilakukan setelah adanya penyelidikan epidemiologi.

Dia mengimbau warga melakukan 3M di lingkungan sekitar agar terhindar dari gigitan nyamuk. ‘’Juga kalau ada pasien sakit panas lebih dari dua hari, segera dibawa ke dokter agar kalau terdiagnosis menderita DBD bisa segera ditangani,’’ pintanya.

Kusnadi, warga Ngronggo, menyambut baik langkah dinkes melakukan pengasapan di dusunnya. ‘’Baru kali ini banyak yang terserang demam berdarah. Setahu saya ada 11 orang yang kena,’’ tuturnya. (mg4/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here