Dua Warga Bringinan Jadi Korban Penipuan Jual Beli Online

1938

PONOROGO – Hati-hati dengan sistem jual beli online abal-abal. Apabila tidak ingin bernasib sama seperti Supri dan Suparmi, warga Desa Bringinan, Jambon, Ponorogo. Keduanya menjadi korban penipuan jual beli online hingga mengalami kerugian Rp 105 juta.

Kejadian bermula saat Supri tergiur dengan handphone murah yang dijual melalui akun Instagram @istiqomaponcell. Di situ harga telepon genggam yang diinginkannya dibanderol hanya Rp 1 juta. Padahal, harga normalnya Rp 5 juta. ‘’Awalnya kirim pesan lewat Instagram saja,’’ katanya.

Supri pun langsung mentransfer sejumlah uang kepada pemilik akun tersebut. Pun dia telah mengirimkan alamat tujuan pengiriman barang pesanannya. ‘’Katanya beberapa hari barang tiba,’’ ujarnya.

Namun demikian, sampai hari yang dinantikan, barang tak kunjung datang. Selang beberapa hari, penjual handphone menghubungi. Dia mengatakan bahwa barang tertahan di bea cukai. ‘’Nah, di situlah penjual meminta kiriman uang tambahan,’’ sambung Supri.

Awalnya, Supri tidak percaya dengan laporan itu. Tapi, karena diancam oleh pemilik akun Instagram tersebut bahwa dirinya akan dilaporkan ke polisi lantaran dianggap sebagai penadah, Supri pun mengiyakan permintaan pelaku. ‘’Saya kirim uang Rp 20 juta. Tapi, setelah itu saya telepon, tidak aktif lagi nomornya. Akhirnya saya memberanikan diri cerita ke orang lain,’’ ungkap Supri.

Hal serupa dialami Suparmi yang saat ini bekerja di luar negeri. Dia tertipu hingga Rp 85 juta. ‘’Modusnya sama. Sudah terjadi kesepakatan, barang dikirim tapi tidak datang. Dan penjual minta kiriman uang lagi,’’ kata Barno, lurah Bringinan.

Mendapati kedua warganya menjadi korban penipuan jual beli online, Barno melaporkan kasus itu ke Satreskrim Polres Ponorogo, Senin (18/2). Dia berharap pelaku dapat terdeteksi agar tidak ada orang lain yang menjadi korban berikutnya. ‘’Semoga polisi dapat menemukan pelaku. Dan ini dapat menjadi pembelajaran untuk kita semua,’’ ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya belum dapat menyampaikan keterangan lebih lanjut. Polisi masih melakukan penyelidikan. ‘’Betul kami sudah terima laporan tersebut. Ini masih kami selidiki,’’ katanya. (mg7/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here