Dua Tewas Tertimbun Longsor saat Menambang Pasir di Sungai Kesongo

98

NGAWI – Kemarin (22/1) menjadi hari terakhir Suyoko, 52, dan Wagiman, 57, melakukan aktivitas penambangan pasir. Dua warga Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Paron, itu tewas tertimbun longsor saat menambang pasir di tepi sungai dusun setempat, masuk kawasan petak 441 RPH Widodaren. ‘’Tanah di atas (lokasi tambang pasir, Red) brek menimbun ke bawah,’’ kata Suyatno, 40, saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP).

Suyatno mengatakan, insiden tanah longsor itu terjadi sekitar pukul 14.00. Bermula saat Suyoko dan Wagiman beserta 10 warga lainnya melakukan penambangan pasir di pinggiran sungai Dusun Kesongo. Kedua korban, Suyatno dan seorang penambang, berada di satu titik tambang pasir. Sementara, delapan yang lain agak jauh namun masih dalam satu kawasan. ‘’Saya dan teman saya berhasil lari saat tanah ambrol,’’ ujar Suyatno.

Dikatakannya, longsor terjadi dua kali. Pertama kategori kecil dan dapat dihindari. Selanjutnya, tanah yang ambles menarik dengan kuat. Rentetan longsor terjadi kelewat cepat. Hanya dalam hitungan detik, Suyoko dan Wagiman telah hilang tertimbun tanah. ‘’Saya dan satu teman bisa lari, tapi Yoko (Suyoko, Red) dan Man (Wagiman) tidak,’’ tuturnya.

Mengetahui dua rekannya tertimbun longsor, Suyatno bersama sembilan penambang lainnya langsung melakukan proses evakuasi. Tidak lama berselang, pencarian dilanjutkan bersama warga setempat yang berdatangan ke TKP. ‘’Saat ditemukan, korban satu (Suyoko, Red) posisinya jongkok dan menghadap ke barat. Sedangkan korban dua (Wagiman) duduk bersandar di tanah galian menghadap ke timur,’’ kata Kapolsek Paron AKP Widodo.

Sejumlah aparat kepolisian segera mendatangi TKP sesaat setelah mendapat laporan. Hasil pengecekan, kata Widodo, longsor disebabkan kondisi tanah yang labil diguyur hujan. ‘’Pihak keluarga korban telah menerima kejadian itu sebagai musibah,’’ ujarnya.

Pantauan Radar Ngawi, ketinggian titik tanah longsor dengan tempat dua korban tertimbun sekitar 15 meter. Dari bekas kegiatan tambang, pengumpulan pasir dengan cara nggerongi tanah ke bawah dan ke dalam bukit sehingga terbentuk cekungan-cekungan.

Berdasar keterangan warga sekitar, kegiatan tambang pasir manual dengan peranti tradisional seperti itu sudah berlangsung bertahun-tahun. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here