Dua Siswa Tak Lulus UNBK, SMK Ungguli SMA

104

PONOROGO – Dua siswa SMA tertinggal gerbong kelulusan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2018/2019. Masing-masing dari SMA PGRI 1 Ponorogo dan SMA Pemberdayaan Bangsa (PB) Ngrayun. Dinyatakan tidak lulus karena enggan mengikuti salah satu dari dua jenis ujian negara tersebut. ‘’Sepanjang tidak mengikuti, ya tidak lulus karena seluruh nilai itu diakumulasi,’’ terang Kasi SMA Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Zamroni, Senin (13/5).

Zamroni menegaskan, riwayat kegagalan dua siswa itu karena sama-sama absen. Siswa SMA PB tidak mengikuti USBN, sementara siswa SMA PGRI tidak mengikuti UNBK. ‘’Kepala dua sekolah itu sudah kami panggil,’’ tukasnya.

Setelah dikonfirmasi, Cabdindik Jatim mendapati fakta keengganan kedua peserta mengikuti ujian negara. ‘’Sudah kami tanyakan ke kepala masing-masing. Alasannya kedua siswa memang tidak mau mengikuti dua ujian. Dibangunkan orangtua tidak mau, katanya berangkat tapi ternyata juga tidak sampai ke sekolah,’’ tegasnya.

Dua siswa tersebut menyusul tujuh siswa lain yang sebelumnya telah dinyatakan tidak lulus SMA sederajat karena mengundurkan diri. Lantas bagaimana nasib mereka? Khusus kedua siswa yang tidak lulus USBN dan UNBK, bisa mengulang dan mengikuti ujian di tahun ajaran 2019/2020 mendatang. Jika tidak, bisa mengikuti ujian paket C. ‘’Untuk ujian paket yang menyelenggarakan dindik kabupaten,’’ sebut Zamroni.

Lebih lanjut, Zamroni juga membeber trivia lain terkait kelulusan SMA/SMK tahun ini. Berbanding terbalik dengan SMA, 5.177 siswa SMK mencatatkan prestasi lulus seratus persen. Baik sekolah negeri maupun swasta. Catatan kurang membanggakan lain dari SMA yakni jebloknya nilai mata pelajaran (mapel) matematika. Rerata mapel Matematika 3.717 siswa SMA di bawah standar nilai 55. ‘’Tapi untuk rerata lima mapel secara keseluruhan, khusus SMA, 75,’’ ujarnya.

Meski nilai matematika di bawah standar, tetap lulus. Sebab, siswanya mengikuti seluruh rangkaian USBN dan UNBK. Berbeda dengan kedua siswa yang tidak mengikuti ujian, serta ketujuh siswa yang mengundurkan diri. Terkait hasil secara keseluruhan, dindik provinsi akan menggelar evaluasi terhadap hasil di seluruh daerah. Termasuk menyikapi kondisi di Ponorogo. ‘’Nilai UNBK dan USBN itu diakumulasi, kalau tidak ikut, tidak lulus. Nilai di bawah standar 55 tetap lulus asalkan mengikuti seluruh rangkaian ujian,’’ pungkas Zamroni. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here