Madiun

Dua Sensor Bronto Skylift Eror

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pletonenn Markku mengernyitkan dahi. Mendapati dua sensor tubruk Bronto Skylift rusak. Teknisi asal Finlandia itu mendatangi Markas Satpol PP Kota Madiun bersama Budhi Pilianda, perwakilan Bronto Skylift Finlandia di Indonesia, Selasa (19/11).

Dua sensor tubruk rusak itu terpasang di pangkal lift. Di titik itu, terdapat enam sensor yang tersebar di kanan-kiri unit pemadam raksasa kebakaran tersebut. Dua sensor menghadap samping, satu menghadap bawah. ‘’Sensor yang tidak berfungsi itu satu di kanan menghadap samping. Satu sensor di kiri menghadap bawah,’’ kata Budhi.

Fungsi sensor tubruk untuk menghentikan sistem ketika hendak berbenturan dengan benda keras. Pengaturan jarak aman menyesuaikan kondisi lapangan di bawah kendali operator. ‘’Misalnya saat evakuasi di gedung bertingkat. Sensor tubruk berfungsi menghentikan sistem secara otomatis saat mendekati dinding setinggi 0,5-1 meter,’’ jelasnya.

Jika sensor yang rusak tak lekas diganti, maka pengoperasian Bronto Skylift harus ekstrahati-hati. Operator pengendalinya harus cakap mengoperasikan secara manual agar tak membahayakan tim evakuasi yang berada di lift. ‘’Selain harus tahu kapan saatnya menghentikan sistem, juga harus menguasai betul kondisi lapangan,’’ sambung Budhi.

Untuk mengganti dua sensor rusak itu pemkot harus merogoh kocek dalam. Meskipun Budhi belum dapat memastikan kisaran harganya, namun alat tersebut harus didatangkan langsung dari Finlandia. Harganya lebih mahal dibandingkan ratusan sensor lain yang terpasang di seluruh bagian Bronto Skylift. ‘’Ada yang biasa. Tapi itu tidak menjamin bisa terkoneksi dengan ratusan sensor dan sistem,’’ tuturnya.

Terkait penyebab kerusakannya, tergolong langka. Budhi memastikan disebabkan eror pada sistem. ‘’Di Jakarta itu sudah tujuh tahun belum ada yang rusak. Di Surabaya sudah lima tahun berjalan juga belum rusak,’’ bebernya.

Pun, saat dicek akhir Januari lalu seluruh komponen masih dalam kondisi baik. Budhi segera menyampaikan hasil laporan cek berkala secara tertulis. Termasuk mencantumkan harga dua sensor tubruk yang perlu diganti. ‘’Nanti kami lakukan penghitungan kembali,’’ tambahnya.

Sebelum tutup tahun nanti, Bronto Skylift bakal dicek lagi. Sekaligus mengecek apakah kerusakan dua sensor merembet ke sistem lainnya. Di Indonesia, Bronto Skylift hanya 11 unit yang tersebar di enam kota. ‘’Surabaya, Jakarta, Gresik, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, dan Kota Madiun ini,’’ ucapnya sembari menyebut kedatangan teknisi dari Finlandia kali ini tidak dikenai biaya alias gratis. (kid/c1/fin)

Satpol PP Tunggu Laporan Tertulis

BARU kali ini Bronto Skylift mengalami trouble. Sejak didatangkan dari Finlandia 2016 lalu seharga Rp 21 miliar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun. Sebelum akhirnya diserahterimakan ke satpol PP setempat 2017 lalu. Pun Bronto Skylift menjadi aset penting untuk penanganan evakuasi dan kebakaran di gedung bertingkat serta padat permukiman yang sulit terjangkau.

Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyo masih menunggu laporan tertulis dari teknisi Finlandia. Setelah laporan tersebut masuk, pihaknya bakal memberikan tindak lanjut. Laporan tertulis itu akan disampaikan ke wali kota sebagai bahan pertimbangan. ‘’Mesin yang didesain secara khusus dan dapat bekerja secara otomatis, memang rawan,’’ katanya.

Untuk sementara waktu ini, Bronto Skylift bakal dioperasikan manual. Sembari menunggu kedatangan alat pengganti. Meskipun kurang optimal, harus tetap dilakukan. Sekalian untuk mengasah kemampuan operator. ‘’Membiasakan dengan cara manual. Tentunya harus sesuai dengan standard operating procedure (SOP),’’ tegasnya.

Sebab, lanjut Nardi, menjadi bagian dari pemeliharaan. Jika bronto tidak dioperasionalkan justru dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin lainnya. Nardi bakal menggelar latihan operasional secara manual untuk meningkatkan kemampuan operator. ‘’Ketika sewaktu-waktu digunakan otomatis siap,’’ ujarnya.

Terkait adanya trouble di dua sensor tubruk, pihaknya juga bakal melakukan evaluasi. Termasuk meminta saran dan masukan dari teknisi yang berkompeten di bidangnya. Baik teknisi dari Finlandia maupun perwakilannya di Indonesia. ‘’Sehingga nantinya dapat meminimalkan kerusakan,’’ imbuhnya.

Nardi pun memastikan kerusakan bukan disebabkan kesalahan pemeliharaan. Melainkan dari trouble alat itu sendiri. Sebagaimana disampaikan teknisi saat pengecekan berkala kemarin. ‘’Jadi, bukan karena adanya kesalahan dalam operasional,’’ tegasnya.

Bronto Skylift tidak dapat dioperasikan sembarang orang. Hanya dapat dijalankan operator terlatih dan sudah tersertifikasi dari Finlandia. Sebab, menggunakan teknologi canggih. ‘’Panjang tujuh meter, tinggi 3,90 meter, kapasitas mesin 12.740 cc, dilengkapi tangga setinggi 55 meter. Daya semprotnya mencapai 100 meter,’’ bebernya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close