Dua Sekolah Tergusur Waduk Tukul

90

PACITAN – Dua sekolah dipastikan tergusur. Pasalnya, lokasi kedua lembaga pendidikan tersebut di kawasan megaproyek pembangunan Waduk Tukul. Tepatnya di Desa Karanggede, Arjosari, Pacitan. Yakni, SMPN 4 Arjosari Satu Atap dan SDN 2 Karanggede. Namun, hingga kini belum jelas akan direlokasi ke mana. ‘’Sudah ada dana. Tinggal cari lokasi yang tepat untuk memindahkannya,’’ kata Kepala SMPN 4 Arjosari Satu Atap Arif Triatmoko kemarin (10/1).

Dari informasi yang didapat, dana yang disiapkan Rp 1,5 miliar. Itu untuk dua sekolah. Sedangkan relokasi yang direncanakan sekitar satu  kilometer dari sekolah saat ini. Lokasinya pun lebih tinggi dibanding saat ini. Menurut dia, masih dalam proses lelang. ‘’Tahunya waktu pertemuan di dindik (dinas pendidikan, Red) sebelum liburan akhir Desember lalu,’’ ujarnya.

Ternyata, relokasi itu sudah direncanakan sejak 2015 lalu. Menurut Arif, awalnya sekolahnya tak masuk rencana relokasi. Pasalnya, ketinggian permukaan air waduk di bawah lokasi sekolahnya. Namun, penghitungan ulang membuat sekolahnya wajib direlokasi. Pertimbangannya, mengantisipasi luapan air waduk. ‘’Sebagai antisipasi, karena kondisi air sekarang sulit diprediksi,’’ tuturnya.

Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak selain menunggu realisasi relokasi. Rencana pengajuan laboratorium dan lainnya pun diurungkan menunggu relokasi terwujud. Arif berharap rencana relokasi tersebut segera direalisasikan. Harapannya, tahun pelajaran 2019-2020 pihaknya sudah menempati sekolah baru.  ‘’Syukur-syukur bisa dekat dengan pusat Desa Karanggede,’’ ucapnya.

Harapan itu disampaikan lantaran lokasi sekolahnya saat ini cukup tersembunyi. Sinyal operator seluler saja sulit didapat. Tidak heran jika komunikasi dengan lain daerah terganggu. Untuk mengatasinya, pihaknya memasang wifi. Risikonya, saat mati lampu komunikasi pun macet. Yang paling buruk saat hujan deras. Akses jalan menuju sekolah rawan longsor. Tidak heran sekolahnya terisolasi jika terjadi longsor. ‘’Pernah juga guru dan anak-anak nginep di sekolah dan rumah warga karena akses jalan tertutup longsor,’’ bebernya.

Endah Sulistyowati, salah seorang peserta didik SMPN 4 Arjosari, berharap relokasi segera diwujudkan. Pun lokasinya lebih strategis. Lebih dekat dan mudah dijangkau. Meski begitu, rencana relokasi tersebut wajib memperhatikan jadwal kurikulum pembelajaran. ‘’Karena seperti saya, yang kelas tiga, juga sudah mau ujian. Mungkin nanti bisa mengganggu,’’ katanya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here