Dua PNS DLH Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pasar Sayur

313

MAGETAN – Momen menjelang Pemilu 2018 tidak menyurutkan niat polisi mengusut kasus korupsi. Diam-diam penyidik unit Tipikor Sat Reskrim Polres Magetan telah menetapkan tiga tersangka dugaan rasuah proyek pekerjaan jasa yang ditangani dinas lingkungan hidup (DLH). Kendati demikian, korps baju cokelat memilih menutup rapat-rapat ihwal progres penanganan kasus tersebut. ”Ya, sudah ada tersangka berkaitan pengelolaan sampah,” kata Kapolres Magetan AKBP Muslimin, Senin (21/5).

Muslimin mengungkapkan, dua dari tiga tersangka itu merupakan pegawai negeri sipil (PNS) DLH. Seorang lainnya pimpinan rekanan pekerjaan jasa yang digandeng organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. Namun, sejauh ini ketiganya belum ditahan. ”Dengan kasat reskrim (AKP Sukatni, Red) saja ya,” pintanya saat ditanya detail perkara, perkembangan penyidikan, hingga besar kerugian negara yang ditimbulkan.

Informasi yang dihimpun, dua oknum PNS itu berinisial Dad dan EP. Sedangkan perkara yang tengah ditangani polisi adalah dua pekerjaan jasa berkaitan kebersihan lingkungan Pasar Sayur pada 2016. Yakni, program kali bersih (prokasih) dan komposting sampah.

Berdasar perencanaan, masing-masing pekerjaan tersebut menggunakan jasa tenaga harian lepas (THL) dari rekanan berbeda. Anggaran kedua pekerjaan itu kurang dari Rp 200 juta. Mekanisme penunjukan rekanan tidak lewat layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), namun penunjukan langsung (PL). Namun, senyatanya DLH hanya menggunakan satu rekanan untuk dua paket kegiatan.

Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni memilih tutup mulut saat dimintai keterangannya. Dia menyebut belum waktunya perkara rasuah yang ditelisik sejak tahun lalu itu di-publish. Sebab, menurutnya, penyidik masih perlu melakukan pemeriksaan lanjutan pasca penetapan tersangka. ”Ketiganya belum diperiksa lagi. Nanti ada waktunya,” ucap mantan kapolsek Parang ini.

Sementara itu, Plt Kepala DLH Magetan Agung Lewis mengaku tidak tahu ketika dimintai konfirmasi terkait kasus rasuah yang menyeret anak buahnya sebagai tersangka. Dia tidak menjawab saat ditanya kepastian Dad dan EP dalam keterlibatan pekerjaan prokasih dan komposting. ”Tidak tahu. Saya di Palembang sampai Rabu (23/5),” katanya lewat pesan singkat. (cor/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here