Dua Perusahaan Minta Penangguhan UMK

98

PACITAN – Kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Pacitan 2019 dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 1,7 juta disambut gembira para pekerja. Namun, bagi para pengusaha di Kota 1001 Gua ini, selisih pengupahan Rp 200 ribu pada gaji tersebut cukup memberatkan.

Terbukti, dari 37 perusahaan, dua di antaranya mengajukan penangguhan UMK pada awal tahun ini. ‘’Sebagian perusahaan harus menyesuaikan anggaran mereka karena belum siap,’’ kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop-UM) Pacitan Witjaksono Mahargo kemarin (10/1).

Menurut Wicak –sapaan akrabnya– dua perusahaan tersebut mengajukan penangguhan UMK lantaran ada perbedaan kesepakatan. Saat pembahasan lembaga tripartit tentang UMK, disepakati Rp 1,6 juta. Namun, gubernur Jawa Timur memutuskan Rp 1,7 juta. Sehingga, para pengusaha harus menata ulang skema keuangan perusahaan mereka.

Dua perusahaan yang minta penangguhan itu, sebut Wicak, PT TOP dan KPRI Among Husada. Dia mengklaim penangguhan UMK tersebut tak berdampak pada kinerja para pekerja. Sebab, telah melalui kesepakatan tertulis. Sementara besaran UMK bakal mengikuti setelah masa transisi berakhir. ‘’Tidak ada gejolak (buruh, Red) sejauh ini, tidak ada yang melakukan aksi demo atau sebagainya,’’ klaim Wicak.

Sementara Kasi Pembinaan Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Diskop-UM Pacitan Usman mencatat PT TOP mengajukan penangguhan UMK hingga Mei 2019 mendatang. Hal tersebut terkait perubahan anggaran di pabrik tripleks tersebut. Sementara, KPRI Among Husada malah minta penangguhan hingga akhir tahun. ‘’Kalau KPRI karena masuk APBD, hanya mampu seperti sebelumnya,’’ ujarnya.

Meski begitu, perusahaan tersebut tak serta merta langsung dapat menunda pembayaran UMK yang telah ditetapkan. Proses verifikasi tetap akan dilakukan Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur. Meski mayoritas ditangguhkan lantaran telah adanya perjanjian dengan karyawan masing-masing. ‘’Itu adalah hak (penangguhan, Red), tapi harus diaudit dulu keuangannya benar-benak gak mampu atau tidak,’’ tegasnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here