Dua Perusahaan Dapat Dispensasi UMK

62

PACITAN – Tidak semua perusahaan di Pacitan mampu membayar karyawan mereka sesuai dengan UMK 2019 yang diberlakukan sesuai keputusan gubernur. Adapun dua perusahaan itu antara lain KPRI Among Husada dan PT Tunas Oetama Pacitan (TOP).

Sebelumnya, dua perusahaan itu telah mengajukan penangguhan UMK ke gubernur. Dan, hasilnya disetujui untuk mendapat dispensasi. ‘’Hal itu didasari dari hasil audit sekitar akhir Desember 2018 lalu,’’ ungkap Kasi Pembinaan Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pacitan, Usman kemarin (5/2).

KPRI Among Husada misalnya. Usman menjelaskan KPRI Among Husada hanya sekadar perusahaan penyedia jasa yang berada dibawah naungan RSUD dr Darsono. Kemampuan keuangan mereka dasi sisi pendanaan terbatas. Karena hanya mengandalkan suplai dari APBD. ‘’Mereka menyediakan jasa karyawan cleaning servis, parkir dan lainnya,’’ jelasnya.

Berbeda halnya dengan PT TOP. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu lapis itu hanya mengajukan penangguhan UMK terbatas sampai dengan Maret 2019. Alasannya karena penyesuaian pembiayaan produksi perusahaan. Manajemen PT TOP baru bisa mulai normal membayar karyawan mereka sesuai UMK 2019 sebesar Rp 1,64 juta pada Mei mendatang. ‘’PT TOP bukan tidak mau (membayar karyawan sesuai UMK), tapi karena sistem pembiyaan harus ada penyesuaian sampai Mei 2019, ’’ terang Usman.

Yang jelas, dia terus memantau realisasi pembayaran upah bagi karyawan PT TOP sampai dengan batas waktu dispensasi berakhir. Pihaknya juga berharap manajemen PT TOP tidak ingkar janji. Karena jika sampai meleset, mereka bisa terancam dikenai sanksi. ‘’Kalau melakukan pelanggaran, bisa-bisa terjadi demo (karyawan),’’ ujar mantan kasis penempatan tenaga kerja dinas sosial dan tenaga kerja itu.

Hanya sampai dengan kemarin, pihaknya masih belum mendapat surat tembusan dari pemprov terkait dispensasi pembayaran UMK 2019 tersebut. ‘’(biasanya) putusan langsung diserahkan ke perusahaan,’’ kata Usman. (odi/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here