Dua Pemain Lama Kasus Narkoba Jadi Target Utama

163

PONOROGO – Tangkapan Satresnarkoba Polres Ponorogo, Jumat lalu (7/12) tidak menyasar DWM seorang. Selain menangkap pengedar asal Kwangsen, Jiwan, Kabupaten Madiun, polisi juga membekuk DWM di Jalan Ki Ageng Kutu, Kelurahan Tonatan, Ponorogo. Selisih enam jam, malah penangkapan DWM lebih awal saat menanti calon pembeli sekitar pukul 15.00. ‘’Kami lakukan pengintaian sebelumnya,’’ kata Kasat Narkoba Polres Ponorogo Iptu Eko Murbiyanto Kalimantono.

DWM pasrah saat petugas menemukan sabu-sabu 0,44 gram di dashbord sepeda motornya. Pelaku langsung digelandang ke mapolres setempat. Penggeledahan di rumah pelaku di Jalan Juanda, Kelurahan Tonatan, Ponorogo, juga ditemukan empat plastik sabu yang dimasukkan bungkus rokok. Masing-masing seberat 0,40 gram; 0,42 gram; 0,48 gram; dan 0,42 gram. ‘’Barang haram tersebut siap untuk diedarkan ke pembeli,’’ ujarnya.

Selain mengedarkan, pelaku juga merupakan seorang pemakai sabu-sabu. Itu dikuatkan dengan penemuan peralatan terkait. Pelaku mengaku mendapatkan barang haram itu dari END yang tertangkap enam jam setelahnya. Sekitar pukul 19.00 di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Ronowijayan, Siman, Ponorogo. ‘’Jadi, ada keterkaitan,’’ tuturnya.

DWM pun tercatat sebagai pemain lama. Sebelumnya, dia pernah tertangkap karena terbukti mengedarkan sekaligus memakai sabu-sabu. Pelaku belum kapok meski telah mendekam di penjara selama sepuluh bulan atas perbuatannya tersebut. ‘’Kami akan terus kembangkan kasus ini,’’ terangnya.

Sebagaimana disangkakan ke END, DWM dikenai pasal berlapis 114 (2) dan 111 (2) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Terancam hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana kurungan paling sedikit 6 tahun dan paling lama 20 tahun. ‘’Semoga barang haram tersebut tidak sampai kepada generasi muda atau pelajar,’’ ucapnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here