Dua Pekan Operasi, Polisi Keluarkan 3.977 Surat Tilang

28
TAK STANDAR: Puluhan motor diamankan petugas Satlantas Polres Ngawi dalam Operasi Patuh Semeru 2019.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Puluhan sepeda motor memenuhi halaman Polres Ngawi. Bukan ajang pameran, kendaraan roda dua berbagai merek tersebut adalah milik pelanggar yang terjaring Operasi Patuh Semeru 2019.

Sepanjang operasi yang digelar 14 hari sejak 29 Agustus lalu itu sedikitnya 80 motor diamankan petugas. Mayoritas onderdilnya bukan standar. Misalnya, roda berukuran kecil. Tidak sedikit pula yang tak berspion dan surat-suratnya tidak lengkap. ‘’Ada juga yang diganti knalpot brong sehingga suaranya mengganggu karena bising,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu Kamis (12/9).

Natal –sapaan akrab Pranatal Hutajulu- menuturkan, selama dua pekan operasi, pihaknya telah mengeluarkan sebanyak 3.977 surat tilang. Pelanggarannya mulai surat kendaraan tak lengkap, penggunaan helm non-SNI, hingga berkendara melawan arus. Jumlah tersebut naik 15 persen ketimbang operasi tahun sebelumnya yang ’’hanya’’ 3.444 kasus.

Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto menambahkan, hampir separo pelanggar yang terjaring operasi diketahui masih di bawah umur. Yakni, 1.970 atau 49,5 persen total kasus.

‘’Tentunya mereka belum punya SIM. Banyak juga yang kedapatan tak menggunakan helm dan berboncengan tiga,’’ kata Yanto sembari berharap para orang tua tidak serta merta membebaskan anaknya yang masih di bawah umur mengendarai motor.

Meski kasus pelanggaran naik, Yanto menyebut, sepanjang operasi kali ini angka kecelakaan lalu lintas menurun. Dalam dua pekan operasi, hanya terdapat 14 kasus kecelakaan dengan dua korban meninggal dunia. Sementara, pada gelaran operasi serupa tahun lalu ada 17 kasus kecelakaan dengan korban tewas tiga orang. ‘’Kami galakkan tindakan preventif, termasuk penyuluhan, pemasangan spanduk, hingga program keamanan lalu lintas,’’ bebernya. (gen/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here