Mejayan

Dua Pasien Positif Enggan Pakai Masker

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kegelisahan ditunjukkan oleh sebagian pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Caruban. Seperti enggan menggunakan masker dan tidak mau makan. Kondisi itu sempat membuat tenaga medis yang bekerja di rumah sakit pelat merah tersebut khawatir ikut tertular korona. ‘’Besar kemungkinan pasien mengalami gelisah yang mengarah ke stres,’’ kata Pengelola dan Pelaporan Data Satgas Covid-19 RSUD Caruban Didik Indrawanto Rabu (13/5).

Di tempatnya saat ini merawat empat pasien positif Covid-19 dan seorang pasien dalam pengawasan (PDP). Mereka yang positif itu berasal dari dua klaster, Temboro dan pelatihan haji Sukolilo. Berdasar hasil pemantauan, gejala stres dialami oleh dua pasien positif dari klaster Temboro. ‘’Berdasarkan informasi dari perawat, ada dua pasien yang bandel,’’ ungkapnya.

Didik membeberkan, kegelisahan ditunjukkan oleh dua pasien positif itu selama menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit. Bahkan mereka sempat tidak mau makan dan justru mengacak-acaknya. Keduanya juga tidak mau mengenakan masker, sekalipun sudah diingatkan. ‘’Khawatir, kalau mereka bandel bisa saja mengakibatkan hal yang tidak-tidak. Seperti petugas medis tertular meskipun sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap,’’ terangnya.

Menurutnya, kondisi itu mengarah pada gejala stres. Sebagai tindak lanjut, pihaknya coba melakukan pendekatan secara psikologis. Sesekali mengajak mereka keluar ruangan untuk menghirup udara segar dan berjemur. ‘’Tentu mereka mendapat pengawalan ketat dari petugas berpakaian hazmat. Saat ini kondisi perkembangannya sudah cukup lumayan,’’ ujar Didik.

Sementara itu, dua pasien dengan status orang dalam pemantauan (ODP) yang sebelumnya dirawat di RSUD Caruban telah diperbolehkan pulang kemarin. Mereka menjalani rawat jalan dengan pemeriksaan secara berkala. ‘’Kami juga meminta keduanya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,’’ imbuh Didik.

Pihaknya memastikan hasil swab test pertama salah seorang pasien positif dari klaster Temboro yang dirawat di RSUD Caruban dinyatakan negatif. Selanjutnya, yang bersangkutan bakal menjalani swab test dengan metode PCR kedua. ‘’Semoga hasilnya negatif lagi, sehingga yang bersangkutan diperbolehkan pulang,’’ ucapnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close