Dua Korban Tenggelam Ditemukan Berangkulan

204

PONOROGO – Tuntas sudah pencarian santri tenggelam di Sungai Tempuran. Tiga santri Pondok Pesantren (Ponpes) Hudatul Muna I, Jenes, itu berhasil ditemukan selisih enam jam.

Jasad Ahmad Ansori, 15, santri asal Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kartoharjo, Kota Madiun, ditemukan pukul 11.10. Disusul jasad Bambang Irawan, 16, santri asal Desa Petungsinarang, Bandar, Pacitan; dan Ahmad Qoirul Huda, 14, asal Desa Senepo, Slahung, yang ditemukan sekitar 17.15. Dua santri terakhir ditemukan saat tim mulai berkemas sekitar 17.00. Tim melihat genangan darah yang di sekitarnya terapung jasad dua santri dalam posisi berpelukan. ‘’Memang direncanakan hari ini (kemarin, Red) operasi pencarian berakhir pukul 17.00. Saat persiapan keluar dari lokasi, tiba-tiba personel melihat korban muncul ke permukaan,’’ kata Kalaksa BPBD Ponorogo Imam Bashori.

Kanit Reskrim Polsek Kota Ponorogo Ipda Rosyid Effendi mengatakan, saat tenggelam kedua korban memang sempat berangkulan. Itu setelah salah satu dari korban memegang bambu yang disodorkan Muhtarulloh Habib, santri asal Nabire, Papua, yang selamat. ‘’Kemudian salah satu korban merangkul korban yang sempat memegang bambu tersebut,’’ ujar Rosyid.

Nahas, pegangan bambu itu terlepas. Keduanya tidak mampu menahan derasnya arus di pertemuan Sungai Jenes dan Sekayu tersebut. Sementara dua korban lain sudah tenggelam terlebih dahulu. ‘’Semua korban sudah ditemukan. Ini berkat kerja keras tim gabungan serta para relawan yang tergabung dalam operasi pencarian dua hari ini,’’ ujarnya.

Sebanyak 101 personel gabungan dari Basarnas,  BPBD Jatim,  Ponorogo,  Pacitan, Magetan, SAR MTA, SAR BANSER, SPA, Mahipa Unmuh, LBINU, BP13, PMI, dan TNI/Polri melakukan penyisiran hingga radius 10 km. Proses pencarian sempat terkendala banyaknya sampah yang terendap di dasar sungai. Juga, rumpun bambu dan lumpur. Kedalaman sungai yang tidak merata dan airnya yang keruh juga sempat menyulitkan proses penyelaman. ‘’Lokasi memiliki kedalaman bervariasi, ada yang mencapai hingga 15 meter,’’ ungkap Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Trenggalek Brian Gautama.

Selama proses pencarian, santri Ponpes Hudatul Muna I Jenes terus memanjatkan doa bersama seusai salat berjamaah. Juga, melangsungkan salat jenazah sebelum korban dipulangkan ke rumah duka masing-masing.

Lurah Ponpes Hudatul Muna I Agus Salim menuturkan, keempat korban merupakan santri kelas tahfiz yang dikenal pendiam dan penurut. Musibah tersebut meninggalkan duka mendalam dan pihak ponpes menghaturkan maaf kepada seluruh keluarga korban. Juga, berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut serta dalam pencarian. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here