Dua Karaoke Tutup, Pajak Hiburan Seret

745

MADIUN – Rendahnya realisasi pendapatan pajak hiburan patut dipertanyakan. Hingga April lalu, baru mencapai Rp 371 juta dari target Rp 1,19 miliar. Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun mencatat pendapatan pajak hiburan dua terendah dari sembilan item pajak. ‘’Memang ada penurunan dibanding tahun lalu,’’ kata Kepala Bapenda Kota Madiun Sudandi kemarin (4/5).

Sebenarnya, target pajak hiburan tidak begitu besar. Kalah jauh dibanding pajak hotel, restoran, atau pajak bumi bangunan (PBB). Tahun lalu, hanya ditarget Rp 930 juta. Realisasinya mencapai 140,11 persen atau Rp 1,3 miliar. Wajib pajak hiburan ini meliputi tempat hiburan malam (THM), arena permainan, hingga karaoke. ‘’Sudah ada dua tempat karaoke yang tutup,’’ terang Sudandi.

Yakni, Happy Puppy Karaoke dan Kimura Karaoke & Resto. Berhenti beroperasinya dua tempat karaoke itu berdampak pada lesunya penerimaan pajak hiburan. Sudandi tak menampik ada keluhan sejumlah wajib pajak (WP) hiburan tersebut. Namun, perlu dikroscek lebih lanjut kebenaran keluhannya. ‘’Kami akan uji petik perkembangan industri hiburan di lapangan,’’ bebernya.

Lanjut Sudandi, berbagai upaya perlu dilakukan. Salah satunya intensifikasi dengan mengecek data potensi pajak hiburan. Namun, Sudandi tetap optimistis hingga akhir tahun target Rp 1,19 miliar bisa terealisasi. ‘’Turun pun, sebenarnya masih dalam batas wajar. Terpenting data potensi pajak itu benar-benar dipastikan,’’ kata Sudandi.

Di lain pihak, Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agoes Purwowidagdo menilai tempat hiburan malam pada dasarnya masih berjalan wajar. Sebab, usaha hiburan bergantung momentum. Pun belum ada keluhan pelaku usaha kepadanya. Dia optimistis tren usaha hiburan tetap berjalan positif sampai akhir tahun. ‘’Belum masuk liburan, juga masih ada momen-momen tertentu,’’ jelasnya.

Terlebih, wacana zonasi tempat hiburan terhadap beberapa objek seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah minimal satu kilometer direvisi. Legislatif dan eksekutif menyepakati batasan wajar minimal 200 meter. Itu pun hanya berlaku untuk tempat hiburan malam (THM) baru. Usaha yang sudah ada tidak terpengaruh. ‘’Penataan usaha hiburan dan rekreasi perlu, tapi jangan sampai mempersulit investor,’’ tekannya. (naz/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here