Dua Jembatan Gantung di Pacitan Rampung Dibangun

183

PACITAN – Pembangunan kembali dua jembatan gantung rampung. Masing-masing Jembatan Banjarsari II dan Jembatan Kedungbendo. Tuntasnya proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini membuat warga tidak lagi harus nyemplung untuk menyeberangi Sungai Grindulu. ‘’Sekarang juga tidak harus memutar jauh lagi,’’ kata Slamet Riyadi, warga Desa Kedungbendo, kemarin (15/1).

Sebelumnya dia harus memutar lewat jembatan lainnya. Terdekat di Jembatan Banyuanget. Sekitar satu kilometer dari rumahnya. Sedangkan jembatan lainnya berjarak sekitar dua kilometer jika warga setempat hendak ke Kecamatan Tegalombo hingga Ponorogo. ‘’Cuma itu saat musim hujan. Kalau musim kemarau nyemplung lewat sini. Kan air sungainya kering,’’ ujarnya menunjuk dasar Sungai Grindulu di samping jembatan.

Menurut Slamet, jembatan sebelumnya juga menggunakan sling baja alias jembatan gantung juga. Hanya, landasannya terbuat dari kayu. Jembatan tersebut rusak parah diterjang banjir bandang pada akhir 2017 silam. ‘’Dulu pernah rusak karena baut dan slingnya kendor. Sempat diperbaiki, tapi rusak lagi setelah kena bencana,’’ ungkapnya.

Awalnya, di Kedungbendo tidak direncanakan dibangun jembatan. Tapi di Banyuanget. Lokasi jembatan darurat yang berjarak sekitar satu kilomter itu. Hanya, rencana tersebut berubah. Itu setelah lokasi di Banyuanget berkarakteristik tanah lempung. ‘’Akhirnya diajukan ke sini,’’ tuturnya.

Jembatan Kedungbendo mulai dioperasikan sejak akhir Desember 2018 lalu. Jembatan tersebut dimanfaatkan warga di tiga dusun Desa Kedungbendo. Yakni Banyuanget, Ngasem, dan Jati. Keberadaan jembatan tersebut sangat disyukuri. ‘’Kami sepakat hanya boleh dilintasi mobil pribadi. Itu pun dalam kondisi darurat,’’ sebutnya.

Sementara Jembatan Banjarsari II belum dioperasikan. Bahkan, masih dipasang portal meski tidak permanen. Sekadar disandarkan melintang jembatan. Namun, tidak jelas siapa pemasangnya. ‘’Karena ada palangnya, kami belum berani lewat,’’  kata Sugiyo, salah seorang warga sekitar lokasi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Jembatan Banjarsari dan Kedungbendo Sifa Udukha membenarkan kedua jembatan itu rampung Desember 2018 lalu. Pekerjaannya dimulai Agustus 2018. Satu paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp 6,08 miliar yang bersumber dari APBN 2018. ‘’Dua jembatan itu masuk dalam 164 jembatan gantung yang direncanakan pemerintah di seluruh Indonesia,’’ jelasnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here