Dua Jamaah Haji Terserang SARS, Masih Dirawat di RS Makkah Arab Saudi

37
KURANG EMPAT: Suasana kepulangan jamaah haji Kabupaten Madiun kemarin (19/8). Dari 440 jamaah, dua meninggal dunia di Tanah Suci dan dua lainnya masih menjalani perawatan di RS Makkah Arab Saudi lantaran menderiota SARS.

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebanyak 436 jamaah haji Kabupaten Madiun tiba di Pendopo Ronggo Jumeno Puspem Mejayan, Senin (19/8). Jumlah itu berkurang empat dari sebelumnya saat pemberangkatan 440 orang. Pasalnya, dua jamaah meninggal dunia di Tanah Suci.

Sedangkan dua lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Makkah.  Mereka menderita SARS (severe acute respiratory syndrome) atau sindrom pernapasan akut berat. ‘’Alhamdulillah, jamaah haji sudah kembali ke tanah air meskipun ada beberapa yang sakit dan meninggal dunia,’’ kata Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun Muhammad Basid.

Dia menjelaskan, jamaah haji dari Kabupaten Madiun 2019 terbagi tiga kloter (kelompok terbang). Jamaah yang tiba kemarin tergabung dalam kloter 5. Sedangkan yang tergabung dalam kloter 6 dan 7 ada tiga jamaah. Pemulangan mereka menunggu kloter kosong atau tanazul. ‘’Dua jamaah yang sakit Susmiati, warga Banjarsari Kulon, Dagangan, dan Yakkub, warga Desa Klagen Serut, Jiwan,’’ sebutnya.

Sesuai amanat Kementerian Kesehatan, seluruh jamaah haji yang sudah pulang akan dipantau kesehatan mereka hingga 21 hari ke depan. Ini sebagai bentuk kewaspadaan virus mematikan.  Agar tidak menular kepada warga lainnya,  dia mengimbau jamaah tetap melakukan vaksin sesuai ketentuan.

Sebelum jamaah pulang ke daerah asal masing-masing, juga dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan di Bandara Juanda Sidoarjo. ‘’Jadi, saat jamaah turun dari pesawat langsung dilakukan pemeriksaan sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halamannya masing-masing,’’ terangnya.

Basid menuturkan, setelah kedua jamaah yang sakit dipulangkan ke tanah air, juga akan dipantau. Diberi pendampingan khusus oleh tim dokter RSUD setempat. Lantaran virus penyakit tersebut sangat berbahaya. Khususnya bagi keluarga terdekat. ‘’Kami akan koordinasi dengan tim kesehatan untuk pemeriksaan rutin hingga benar-benar pulih,’’ ucapnya.

Hasil pantauan bersama pihak perwakilan di Makkah, semua jamaah yang sudah selesai melakukan kewajiban akan secepatnya dipulangkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Koordinasi tetap kami lakukan demi memastikan semua jamaah yang masih tertinggal dalam kondisi baik,’’ pungkasnya. (mgc/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here