Dua Jam, Tiga Nyawa Melayang di Tol Wilangan-Madiun

3441

MADIUN – Ruas Tol Wilangan–Madiun semakin menakutkan. Hanya berselang dua jam, dua kecelakaan maut terjadi di Km 621-623, Klumutan, Saradan, Jumat (24/8). Tiga orang tewas dan empat terluka akibat insiden laka lantas tunggal tersebut.

Sekitar pukul 12.00, Bagus Sadadi Wijayanto, 36, asal Jalan Kupang, Kelurahan Krajan, Surabaya; dan Diana Nur Permatasari, 27, asal Desa Trosobo, Taman, Sidoarjo, tewas di Km 623. Keduanya mengendarai Toyota Avanza nopol L 1998 HJ. Penyebab kecelakaan diduga pecah ban. Dua jam berikutnya, Sumaiyah, warga Kebonsari, Candi, Sidoarjo, juga mengembuskan napas terakhirnya di Km 621 sekitar pukul 14.00. Tokoh Mulyawan, suami korban diduga mengantuk saat mengendarai Daihatsu Xenia W 1862 SA. Mobil yang disopiri warga Desa Kebonsari, Candi, Sidoarjo, yang melaju dari barat ke timur itu sampai oleng ke kiri. Kemudian menabrak guardrail hingga terjerembap ke dalam parit. Fahmi Rizki Amrullah, 9, anak keduanya, juga turut serta di dalam mobil berkelir silver itu. ‘’Tolong, Pak… istri saya terjepit,’’ teriak Tokoh sembari melambaikan tangan ke setiap pengendara yang melintasi jalan bebas hambatan itu.

Sumaiyah yang duduk di samping kursi sopir terjepit di antara kabin. Sambil meringis kesakitan, Tokoh tak henti-hentinya meminta warga yang berdatangan untuk segera mengeluarkan tubuh istrinya. Namun, upaya itu sulit dilakukan lantaran posisi kendaraan nyungsep di parit. Tubuh perempuan berhijab ungu itu juga ikut terbalik ke bawah di pinggir pintu mobil. Sementara, Fahmi duduk di tanah, menangis, meronta kesakitan sembari memanggil kedua orang tuanya. ‘’Anak saya gendong sendiri sambil keluar lewat kaca depan yang pecah,’’ katanya.

Bersama anak dan istrinya, Tokoh dalam perjalanan pulang dari Klaten, Jateng, ke Sidoarjo, setelah mengantarkan sopir kenalannya. Sesaat sebelum kecelakaan, sejatinya dia mulai merasakan kantuk dan tebersit ingin rehat di rest area. Belum sempat menepi, pandangannya mendadak gelap. Lalu tersadar mobilnya sudah berpindah jalur dan menhantam guardrail. ‘’Saya tidak apa-apa. Tapi anak saya yang duduk di belakang terlempar ke depan karena tidak pakai sabuk pengaman,’’ paparnya.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) yang datang pun kesulitan mengevakuasi Sumaiyah. Petugas harus membongkar paksa pintu hingga atap mobil. Ketika bodi mobil sudah terbuka lebar, istri Tokoh ternyata tidak sekadar terjepit. Sisi kanan tubuhnya juga terkena ujung guardrail. Pagar pembatas jalan itu diketahui menjebol bodi depan mobil dan mesin hingga ringsek. ‘’Mobil diderek ke gerbang tol Caruban,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Nanang Cahyono.

Nanang menyebut, dua jam sebelumnya, Avanza L 1998 HJ yang dikemudikan Bagus juga keluar jalur tol yang lokasinya hanya berjarak dua kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) Daihatsu Xenia. Bagus melaju dari barat ke timur dengan membawa tiga penumpang. Selain Diana yang duduk di samping kirinya, ada Tri Sukma, 47, asal Kelurahan Sidosermo, Wonocolo, Surabaya, dan Endah Novi Artasari, 24, warga Desa Gedangan, Waru, Sidoarjo. Keduanya di kursi belakang. ‘’Mereka teman satu kantor sedang perjalanan kembali ke Surabaya setelah menghadiri acara di Madiun,’’ ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, ban depan kiri mobil itu diduga pecah kala melintas di Km 623. Membuat kendaraan silver itu terpelanting keluar badan jalan bebas hambatan. Karena persis di TKP tiada pagar pembatas, mobil yang mulai melaju tak beraturan itu sampai melayang. Sebelum bagian depannya mendarat menghantam dan terbalik ke tanah. Nanang menduga penyebab laka lantas di Km 621 akibat human error. Keterangan pengemudi dalam kondisi mengantuk. Sedangkan dugaan pasti laka di Km 623 masih perlu dipastikan lewat pemeriksaan kendaraan dan saksi. ‘’Kedua kejadian ini masih dalam penyelidikan lanjutan,’’ tegas Nanang.

Empat korban selamat dari dua insiden itu dilarikan ke UGD RSUD Caruban. Tokoh mengalami memar dan Fahmi patah tangan kiri. Sedangkan Sukma dan Endah harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Surabaya. ‘’Ada yang mengalami patah tulang leher,’’ ungkap Didin Nuzul Arifin, dokter UGD RSUD Caruban. (cor/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here