Ponorogo

Dua Jam Evakuasi Mispan

PONOROGO – Tragis benar akhir hidup Mispan, 51. Warga Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo itu meregang nyawa di sumur sedalam tujuh meter. Nahas itu pertama diketahui Nova Eka Herawati, anak korban, sekitar pukul 17.30.

Pukul 15.00, Mispan sempat berpamitan hendak membenahi mesin pompa air yang rusak. Sebetulnya keluarga sempat melarang lantaran Mispan baru keluar dari rumah sakit. Ditambah dia mengeluhkan mual dan tidak dapat BAB. Lantaran sawah tidak dapat teraliri air, Mispan nekat membenahi pompa air. Dia berjalan sendiri menuju sumur di dekat sawahnya tersebut. ‘’Dia pun masuk sendirian tanpa menggunakan alat pengaman,’’ kata Kapolsek Sukorejo AKP Harijadi.

Menjelang magrib, Mispan tak kunjung pulang. Keluarga khawatir. Nova langsung menuju sumur untuk menjemput ayahnya. Lantaran sudah terlalu gelap, Nova tidak dapat melihat ayahnya di dalam sumur. Berulang kali memanggil dari bibir sumur, tidak ada jawaban. Nova terkejut bukan kepalang saat menerangi sumur dengan senter handphone. Dari bibir sumur, terlihat ayahnya terduduk di dasar sumur. Spontan dia berteriak histeris yang mengundang perhatian warga setempat. ‘’Begitu mendapat laporan, kami bergegas ke lokasi untuk evakuasi korban,’’ ujar kapolsek.

Petugas gabungan dari polsek, koramil, dan BPBD setempat mendatangi lokasi. Proses evakuasi berjalan dramatis. Selain karena hari sudah gelap, sumur cukup dalam dan sempit. ‘’Cukup lama karena memang lokasi sumurnya di tengah sawah,’’ tuturnya.

Butuh waktu hingga dua jam untuk mengangkat jasad Mispan. Selanjutnya, dikirimkan ke rumah sakit untuk diperiksa medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. ‘’Korban kehabisan oksigen,’’ ungkapnya.

Pun, fisik Mispan tidak kuat berlama-lama di dalam sumur yang sempit itu. Hal itu diperkuat dari keterangan keluarga yang menyatakan korban baru pulang menjalani perawatan di rumah sakit. ‘’Baru pulang tiga hari yang lalu,’’ sambung kapolsek.

Harijadi mengimbau seluruh warga agar memperhatikan keselamatan saat bekerja. Pun melakukan pengawasan ketat terhadap anggota keluarga yang sudah tua, apalagi sedang sakit. ‘’Jangan dibiarkan sendiri kalau memang sakit,’’ ucapnya. (mg7/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close