Dua Jam, Dua Nyawa Melayang

399

PACITAN – Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dengan korban pejalan kaki kembali terjadi di Pacitan. Kecelakaan yang terjadi kemarin (24/9) pukul 05.35 di Dusun Tanjung, Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, itu diduga lantaran pengendara sepeda motor yang mengantuk. “Kejadiannya pagi, dugaan karena pengendara mengantuk dan lalai saat berkendara,” kata Kanit Lantas Satlantas Polres Ipda Amrih Widodo.

Kejadian berawal saat Pipin Setiawan, 37, warga Desa Pagutan, Arjosari, melaju dari arah Pacitan menuju Tremas dengan mengendarai Honda Beat nopol AE 6594 XO. Sesampainya di lokasi, dia tak menyadari kehadiran Sukardi, 68, warga Tanjung, yang berjalan santai di sekitar rumahnya.

Pipin memacu motornya dengan kecepatan cukup tinggi. Dia diduga mengemudi dalam kondisi mengantuk. Dia kaget saat mengetahui ada Sukardi di depannya. “Pengendara kaget dan langsung banting setir ke kanan dan menabrak pohon,” ujar Amrih.

Sempat oleng sebelum menabrak, Pipin mengalami cedera parah di kaki kiri, luka kepala, patah kaki kanan, dan patah tangan kiri. Warga yang berusaha menolong membawa korban ke puskesmas untuk mendapat perawatan. Namun, saat dirujuk ke RSUD Pacitan, korban mengembuskan napas terakhir. Sementara, Sukardi yang diserempet korban hanya mengalami luka lecet tangan kanan dan kiri serta bengkak tangan kanan. “Pengendara sepeda motor mengalami luka parah setelah menabrak pohon mangga di lokasi kejadian,” jelasnya.

Sementara, di lokasi berbeda, laka lantas juga terjadi di Ngadirojo. Tepatnya di Dusun Damas, Desa Hadiwarno, jalur Pacitan–Trenggalek. Laka lantas itu terjadi sekitar pukul 04.30 dini hari. Pengendara sepeda angin tewas tertabrak saat menyeberang. “Pengendara sepeda pancal menyeberang kurang berhati-hati hingga tertabrak pengendara motor,” tutur Amrih.

Kejadian berawal saat Galih Nova, 26, melaju dari arah Sudimoro menuju Ngadirojo dengan mengendarai Honda Beat nopol AE 2494 YC. Sesampainya di lokasi, tiba-tiba dari arah kanan muncul Bakat, warga Dusun Doko, Hadiwarno, Ngadirojo, menyeberang dengan sepeda pancalnya. Lantaran jarak yang terlalu dekat, akhirnya kedua kendaraan tak dapat menghindar. Hingga motor yang dikendarai Galih menghujam keras menerjang Bakat. “Korban sempat mendapat perawatan tapi nyawanya tak dapat ditolong,” jelasnya.

Sedangkan Galih, warga Desa Pager Lor, Ngadirojo, itu hanya mengalami luka kepala kanan. Sementara kondisi kendaraan sendiri hanya rusak di bagian samping. Amrih menyayangkan kurang hati-hatinya para pengendara. Dia berharap warga lebih berhati-hati dalam berkendara baik roda dua maupun empat. “Kami harap warga lebih berhati-hati karena kejadian seperti ini bisa terjadi kapan saja,” ucapnya. (mg6/c1/rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here