Dua Hari Empat Kebakaran, Damkar Enggan Abaikan Laporan

32
BUKAN RUMAH: Petugas damkar berusaha memadamkan bara dari sekam di salah satu penggilingan padi Desa/Kecamatan Gerih.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Memasuki puncak musim kemarau, ancaman terjadinya kebakaran di wilayah Ngawi patut diwaspadai. Dalam dua hari terakhir saja, satpol PP setempat menerima empat laporan kejadian kebakaran. Masing-masing, tiga laporan pada Selasa lalu (6/8) dan satu Rabu (7/8).

Kasi Damkar Satpol PP Ngawi Eko Budi mengatakan, empat kejadian kebakaran itu tidak menimbulkan kerugian. Sebab, yang terbakar bukan rumah warga, melainkan lahan dekat permukiman. ‘’Di Desa Pelem, misalnya, yang terbakar rumpun bambu,’’ ungkapnya.

Peristiwa serupa, lanjut Eko, terjadi di Desa/Kecamatan Gerih. Api membakar sekam di belakang sebuah penggilingan padi milik warga setempat. Sementara di Klampisan, Geneng, pohon besar terbakar bagian dalamnya. Laporan kejadian terakhir adalah kebakaran lahan pekarangan di Jururejo, Ngawi, dengan luasan sekitar 1.000 meter persegi. ‘’Kerugian materi memang nihil, tapi jika dibiarkan bisa membahayakan warga di sekitarnya,’’ kata Eko.

Meski tidak menimbulkan kerugian materi, Eko mengaku tetap mengirimkan petugasnya ke lokasi. Berdasarkan standard operating procedure (SOP), petugas pemadam kebakaran memang wajib berangkat setiap ada laporan masuk. ‘’Termasuk ke lokasi yang sulit dijangkau. Soal yang terbakar apa, atau bisa tidak mencapai lokasi, itu nomor dua,’’ tuturnya.

Eko menyebut, pada musim kemarau seperti sekarang semua benda mudah terbakar. Apalagi, angin kerap bertiup kencang hingga menyebabkan api mudah menyambar ke mana-mana. Karena itu, pihaknya tidak ingin ambil risiko dengan mengabaikan laporan yang masuk. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here