Dua Bulan, Temukan 6 Penderita HIV Baru

83

PONOROGO – Bumi Reyog belum sepenuhnya bebas dari penyakit mematikan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Hingga kini masih ditemukan orang terjangkit virus mematikan tersebut. Merujuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo tercatat enam orang mengidap HIV. ’’Itu data kami di bulan Januari dan Februari, sampai dengan saat ini kemungkinan masih tetap,’’ kata Kepala Dinkes Ponorogo Drg. Rahayu Kusdarini.

Irin -sapaan akrab Drg. Rahayu Kusdarini- mengungkapkan penyakit tersebut berisiko menular. Selain itu, virus yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu bisa menyebabkan kematian. Karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan deteksi guna menemukan penderita HIV. ’’Penyakit berbahaya dan tentunya harus kita perangi bersama,’’ lanjutnya.

Dia menambahkan penderita HIV dapat ditemukan di mana saja. Terutama tempat-tempat karaoke, warung remang, dan hiburan malam lainnya. Pun dapat terdeteksi di PMI setempat ketika orang yang bersangkutan mendonorkan darahnya. ’’Ada beberapa yang kami temukan dari hasil deteksi melalui darah yang telah didonorkan,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya optimistis penderita HIV dapat ditekan. Mengingat tren angka penderita di daerah setempat menurun dari tahun ke tahun. Dia membeberkan di tahun 2017 penderita HIV mencapai 134 penderita. Jumlah itu turun di tahun 2018 yang tercatat 78 penderita HIV. ‘’Terus kami lakukan deteksi ke kantung-kantung atau tempat yang berpotensi menjadi sarang HIV,’’ sambungnya.

Selain itu, pihaknya gencar melakukan edukasi terhadap warga. Berkaitan pengetahuan tentang HIV. Sehingga warga dapat semakin mengerti bagaimana cara penularan virus tersebut. ‘’Akhirnya warga sendiri yang dapat mencegahnya,’’ tuturnya.

Menanggulangi merebaknya virus tersebut, pihaknya juga menerapkan tes HIV kepada ibu hamil (bumil). Biasanya dilakukan pada bumi usia produktif. Antara 30 hingga 50 tahun. ’’Untuk tes HIV pada bumil ini sudah dilakukan di masing-masing daerah di seluruh Indonesia. Sebab jika ibu terjangkit HIV risikonya menular kepada bayi,’’ imbuhnya.

Kendati demikian, warga tidak perlu panik jika penderita HIV ada di sekelilingnya. Apalagi mengucilkan dan menjauhi penderita. Menurutnya itu anggapan negatif yang harus terus diluruskan. ‘’Tidak usah khawatir, HIV tidak menular hanya dengan jabat tangan. Ini bagian dari edukasi yang terus kami berikan kepada masyarakat,’’ tambahnya.

Dia menegaskan HIV hanya dapat tertular melalui hubungan intim. Karena itu, pihaknya sering melakukan tes pada populasi kunci. Misalnya, pada beberapa pekerja seks komersial (PSK) yang sering berhubungan intim dengan orang banyak. ‘’Jarum suntik bisa menularkan virus ini, terutama pengguna narkoba,’’ jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada seseorang yang terjangkit HIV segera periksa ke dokter. Agar segera diberikan obat antriretroviral (ARV) yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Sebab, virus tersebut sejatinya menyerang sistem imun manusia. ’’Konsumsi ARV ini harus rutin dan seumur hidup. Agar tidak menjadi AIDS. ARV bisa didapat secara gratis,’’ ucapnya. (mg7/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here