Sudah Dua Bulan Desa Klepu Kekeringan

34
SUSAH: Kastin, warga Desa Klepu, Donorejo, Pacitan, mencuci pakaian memanfaatkan air Telaga Klepu Krajan.

PACITAN – Telaga Klepu Krajan jadi sumber air dadakan ratusan warga Desa Klepu, Donorejo, Pacitan. Telaga tadah hujan yang biasanya digunakan untuk irigasi persawahan desa setempat itu terpaksa dimanfaatkan imbas kemarau panjang. Sementara suplai air PDAM hanya bertahan 10 hari dalam sebulan. ‘’Sudah dua bulan ambil air telaga,’’ kata Marsidi, warga setempat, Jumat (12/7).

Marsidi menyebut, air telaga tidak hanya untuk minum dan memasak. Tapi juga keperluan mandi, mencuci, hingga untuk minum hewan ternak. Akan tetapi, air tidak diambil langsung dari telaga menggunakan timba. Melainkan menggunakan pompa dengan penyalurannya memanfaatkan pipa. ‘’Warga percaya dengan cara ini air lebih sehat,’’ ujarnya.

Air Telaga Klepu Krajan disebut-sebut tidak pernah kering. Kendati luasannya hanya 100 meter persegi dengan kedalaman dua hingga tiga meter. Berkurangnya air tidak lebih dari seperempat dari volume keseluruhan saat kemarau. Padahal, kondisi sumur di sekitar desa kering kerontang. ‘’Dulu dalamnya sampai 25 meter, sekarang tinggal tiga meter karena tertutup lumpur,’’ tuturnya.

Kastin, warga lainnya, khawatir debit air telaga akan habis akibat pendangkalan yang belakangan terus terjadi. Pemkab diharapkan sudi menormalisasi telaga. Juga ditingkatkan menjadi sumber air alternatif kala kemarau. ‘’Air PDAM sering mati dan tak semua warga memasangnya,’’ kata warga yang membeli air dari penjual keliling untuk minum dan memasak itu. (gen/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here