Dua Bulan, 20 Kasus Kebakaran Terjadi di Kabupaten Madiun

10

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus kebakaran di Kabupaten Madiun kian tinggi. Hingga Selasa (8/10), satpol PP telah mencatat 20 kejadian kebakaran. Kasus tersebut didominasi kebakaran alang-alang serta perumahan dan perkampungan. ‘’Jumlah kasus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,’’ kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Madiun Krisna Setiawan.

Meski begitu, kasus kebakaran alang-alang mendapat perhatian cukup serius dari pihaknya. Sebab, sejak Juli hingga Oktober adalah masuk musim kemarau. Banyak alang-alang yang terlalu kering. Jika ada orang iseng yang membuang puntung rokok, api begitu mudah membesar. ‘’Kalau untuk kebakaran rumah lebih disebabkan faktor korsleting,’’ ujarnya.

Selain mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang cukup, Krisna mengaku terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama tentang bahaya melakukan pembakaran sampah saat musim kemarau dan membuang puntung rokok di sekitar lahan kering. ‘’Karena mayoritas kebakaran yang terjadi disebabkan faktor kelalaian manusia,’’ tuturnya.

Sementara itu, penanganan kebakaran belum bisa dilakukan maksimal oleh satpol PP karena belum mempunyai operasional yang memadai. Dengan 15 kecamatan, 8 kelurahan, dan 198 desa, idealnya mobil pemadam kebakaran (damkar) minimal ada empat unit. Namun, hingga kini baru ada dua unit.

Sekretaris Ops Damkar Satpol PP Kabupaten Madiun Zainal Komarudin mengatakan, dibutuhkan tambahan pos bantu. Hal tersebut untuk menunjang keberadaan dua pos pelayanan teknis kebakaran milik satpol PP. ‘’Dari pemetaan, minimal ada empat pos bantu untuk memenuhi seluruh wilayah Kabupaten Madiun,’’ ujarnya.

Zainal menuturkan, di setiap pos itu setidaknya ditempatkan satu unit mobil damkar dan enam anggota. Dengan begitu, penanganan kasus kebakaran bisa ditangani secara efektif. Selama ini pihaknya masih menggantungkan bantuan damkar dari Pemkot Madiun untuk menangani kasus kebakaran di Kabupaten Madiun. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here