Dua Bokong Semar Tol Solo-Ngawi Terancam Ambrol

172

NGAWI – Ini pertanda tidak baik. Dua titik plengsengan penyangga overpass atau yang disebut bokong Semar yang berada di ruas tol Solo-Ngawi terancam ambrol. Beberapa hari terakhir, intensitas hujan di wilayah Ngawi memang tinggi. ’’Menyebabkan patahan iya, tapi kalau sampai ambrol kemungkinannya sangat kecil sekali,’’ kata Koordinator Lapangan (korlap) PT Waskita Karya Cecep Ali Nurjaman, Kamis (29/11).

Cecep tak menampik adanya patahan atau retakan di beberapa bokong semar tersebut. Dari hasil identifikasi lapangan yang dia lakukan, ada dua titik bokong semar yang kondisinya memang sedikit ambles dan retak. Keduanya berada di titik overpass Desa Jenggrik, Kedunggalar. ‘’Ketika tahu informasi itu, langsung kami cek ke lapangan. Tidak hanya dua titik itu, tapi semua overpass pengecekannya,’’ ujarnya.

Menurut Cecep, penyebab terjadinya patahan itu adalah cuaca yang cukup ekstrem di wilayah Ngawi belakangan. Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir hujan yang mengguyur wilayah Ngawi intensitasnya tak seperti biasa. Akibatnya, ada banyak luapan air yang masuk pada bagian bokong semar. ‘’Akhirnya meresap ke tanah di bagian itu (bokong semar, Red). Karena bebannya menjadi semakin berat terjadilah patahan (retakan) itu,’’ jelasnya.

Hal itu jelas di luar perkiraannya. Sebab, Cecep mengklaim pengerjaan bokong semar sudah sesuai dengan soft drawing-nya. Kenyataannya tetap tidak mampu menahan tanah yang sudah jenuh akibat mengandung banyak air hujan. Meski bisa dibilang force majoure, namun dia tetap memperbaikinya. Bahkan spesifikasinya bakal di-upgrade supaya lebih kuat. ’’Langsung kami tangani secara khusus supaya tidak terjadi retakan atau patahan lagi,’’ ungkapnya.

Semua yang rawan retak akan dibongkar lalu dipasang lagi yang lebih kuat. Jika hanya ditambal, dia khawatir bakal retak lagi jika hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Pun saat ini proyek tersebut memang masih dalam masa perbaikan. Cecep juga menegaskan bahwa munculnya patahan itu sampai mengganggu arus di jalan tol khususnya segmen Sragen-Ngawi. ‘’Karena main road kan masih jauh, jadi masih aman. Kami juga perbaiki langsung supaya masyarakat lebih nyaman,’’ janjinya.

Selain dua titik tersebut, ada 22 overpass lagi yang masuk paket II A dan II B yang ditangani Cecep. Disebutkan untuk pengerjaan  paket II A panjanganya sekitar 22 kilometer dan II B tujuh kilometer. Di mana jika diterapkan itu mulai dari Mantingan hingga berakhir pada proyek pembangunan jalan tol masuk wilayah Desa Klitik. ’’Lainnya tetap kami cek, tidak hanya dua yang patah itu,’’ ujarnya.

Sempat muncul dugaan peresmian ruas jalan tol segmen Sragen-Ngawi oleh Presiden Joko Widodo Rabu lalu (28/11) itu batal di Ngawi lantaran adanya masalah tersebut. Namun, hal itu dibantah pihak PT Waskita Karya. Sebab, peresmian lalu dilakukan di rest area Km 538 Ngrampal, Sragen, lantaran di sana lebih siap. Jadi, kata Cecep, bukan karena retakan pada bokong semar tersebut. ’’Rest area yang di sini kan masih proses pembangunan, belum selesai,’’ tuturnya.

Sedangkan kondisi arus lalu lintas di jalan tol Solo-Ngawi kemarin masih belum begitu padat. Pantauan koran ini di lapangan, sudah banyak kendaraan yang memanfaatkan jalan tol itu untuk pergi ke arah Solo maupun sebaliknya. Namun, jika dilihat dari intensitas masih cukup lengang. Selain mobil pribadi, juga ada beberapa angkutan barang yang tampak melintas pada jalan tol tersebut. (tif/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here