Dua Bocah Sepantaran Terseret Arus Dam

219

MAGETAN – Malang nian nasib dua bocah sepantaran asal Desa Carikan, Kecamatan Bendo, ini. Maksud hati mandi di dam dam Kerik, Takeran, Ikhsan Dwi Wibowo dan Najid Setiawan terseret arus deras.

Nahas yang menimpa kedua bocah 13 tahun ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00. Warga curiga saat mendapati Honda Verza AE 6651 ZN –motor yang dikendarai– masih terparkir di sekitar dam. Sementara kedua bocah itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Warga sekitar pun berhamburan ke tempat kejadian perkara (TKP). Mereka menduga dua bocah itu tenggelam. ‘’Kami mendapat laporan dari warga sekitar pukul 18.00 dan langsung melakukan pencarian,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra.

Benar saja, setelah melakukan pencarian, keduanya berhasil ditemukan di Dam Kerik, Kecamatan Takeran. Ikhsan Dwi Wibowo ditemukan sekitar pukul 19.10. Kakinya terlihat muncul dari permukaan dam. Sementara jasad Najid ditemukan sekitar dua meter dari lokasi ditemukannya Ikhsan. Selisih waktu pencarian keduanya hanya sekitar lima menit. Lokasi penemuannya pun tidak jauh dari TKP awal tenggelam. ‘’Saat ditemukan, keduanya sudah tidak bernyawa,’’ terangnya.

Menurut Fery, nahas yang menimpa kedua bocah itu bermula saat keduanya bermain dan mandi di dam Kerik. Rupanya kedua bocah itu tak pandai berenang hingga terseret arus. Lantaran derasnya arus dam saat itu, keduanya tidak sanggup bertahan. Kedua jenazah langsung dibawa ke rumah duka. ‘’Kedua korban bertetangga di RW 1. Ikhsan tinggal di RT 3 dan Najid di RT 1,’’ paparnya.

Fery menambahkan, kedua orang tua korban mengaku sudah menerima kepergian putranya. Baik orang tua Ikhsan, Yono, maupun orang tua Najid, Gitu, tidak melakukan identifikasi di rumah sakit namun langsung memakamkannya. Fery mengimbau agar warga tetap berhati-hati saat beraktivitas di perairan. (mg4/bel/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here