Madiun

Dua Atlet ISSI Kota Madiun Berjaya di Boyolali

Sulton 27 Menit 29 Detik, Naufal 23 Menit 23 Detik

BOYOLALI, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi bukan halangan bagi atlet Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Madiun untuk terus menorehkan prestasi. Berbekal saweran dari para senior dan donatur, atlet ISSI Kota Madiun mengharumkan nama Kota Karismatik di Sunday Fast-Fast X Kelapa Gading Bikers (KGB) Cepogo Climb, Boyolali.

Dalam event bergengsi selama dua hari (19-20/9) di Kota Susu itu, dua atlet ISSI Kota Madiun berhasil naik podium. Cyclist asal SMPN 2 Kota Madiun Sulton M.I. berhasil finis di urutan kedua di kelas man under 14 years dengan catatan waktu 27 menit 29 detik. Sulton harus bersaing dengan 27 atlet wakil dari berbagai daerah. Mulai Pacitan, Semarang, Tegal, hingga Cilacap.

Tak kalah membanggakan, Naufal Farhan juga mencatatkan waktu 23 menit 23 detik, masuk lima besar finis podium ke-5 pada kelas man 15-17 years. Pesaingnya 29 atlet dari berbagai daerah. Mulai Kediri, Pacitan, Surabaya, Sukoharjo, Grobogan, Jogjakarta, Tegal, dan berbagai komunitas lain. ‘’Di saat orang dikepung virus, bukan berarti mengabaikan protokol kesehatan dan prestasi. Ini hasil yang baik, kami turunkan 8 atlet,’’ kata Ketua ISSI Kota Madiun Aris Sudanang.

Aris menggambarkan, gelaran lomba di tengah pandemi itu sungguh seru dan menegangkan. Meskipun jarak tempuh cukup pendek yaitu 8,5 kilometer, namun atlet harus menaklukkan tanjakan menantang dengan ketinggian sekitar 800 mdpl. Belum lagi start dari SPBU Mojosongo, atlet wajib beradaptasi dengan tantangan cuaca dingin di kawasan Cepogo, Boyolali. Terutama 300-an meter memasuki finis di Pasar Cepogo. Di tengah cuaca itu, tentu asupan oksigen semakin minim. Riuh penonton terus memberikan semangat agar para atlet semakin tertantang beradu kecepatan. ‘’Semuanya tetap bermasker. Tapi di ketinggian butuh asupan oksigen, tentu harus dibuka,’’ ujarnya.

Menurut Aris, hasil itu membuktikan kerja keras para atlet selama ini. Mulai dukungan pelatih Ferinanto yang luar biasa, hingga niat dan semangat para atlet. Ditambah dukungan dan interaksi komunitas sepeda di Kota Karismatik yang cukup menggeliat. ‘’Ketika masing-masing komunitas sepeda ngajak touring, itu menjadi semacam recovery di tengah ketegangan berlatih setiap hari,’’ ungkapnya.

Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa niat dan semangat mengalahkan segalanya. Apalagi di tengah pandemi, anggaran pembinaan atlet dialihkan untuk penanganan Covid-19. Nyaris tidak ada dana yang dialokasikan untuk ISSI Kota Madiun. Namun, aktivitas pembinaan tidak pernah  terhenti. ‘’Yang penting untuk kita semua, prestasi dulu. Ada perhatian atau tidak, bukan alasan untuk menunjukkan prestasi,’’ tuturnya.

Beruntung biaya operasional selama mengikuti lomba cukup irit. Setidaknya tidak perlu mengeluarkan biaya sewa hotel untuk menginap atlet. Karena kebetulan selama dua hari atlet nge-camp di rumah Aris di Boyolali yang lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi start. ‘’Semoga ini menjadi modal anak-anak untuk terus konsisten berlatih,’’ imbuh coach Ferinanto. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close