Driver Ojol Tolak Pembatasan Lokasi Penjemputan Penumpang

136

MAGETAN – Polemik pembatasan lokasi penjemputan penumpang di Terminal Maospati antara pengemudi ojek konvensional dengan ojek online (ojol) berbuntut panjang. Para driver ojol menolak keras kebijakan tersebut. Penolakan itu dilakukan puluhan driver ojol dengan turun ke jalan kemarin (19/3).

Mereka berorasi di depan kantor bupati Magetan. Tuntutannya menginginkan adanya sikap tegas dari pemkab terkait penyelesaian masalah tersebut. ‘’Karena status kami legal daripada ojek pangkalan (konvensional, Red) yang meminta adanya pembatasan penjemputan,’’ kata Handreas Novianto, perwakilan driver ojol.

Dia mengungkapkan, adanya pembatasan itu membuat ruang gerak ekonomi para ojol tergerus. Sementara pihak aplikator abai dalam menentukan besaran hasil pendapatan kepada pengemudi ojol. Selain di Terminal Maospati, pembatasan penjemputan bagi ojol juga berlaku di Pasar Sayur dan Pasar Baru Magetan. ‘’Kami harap pemkab turun tangan dengan memberikan payung hukum yang jelas,’’ ujar Handreas.

Setelah hampir setengah jam berorasi, beberapa perwakilan driver ojol diterima pihak dinas perhubungan (dishub), bakesbangpol, dan satpol PP. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dishub Magetan Joko Triyanto menyatakan kesediaannya memfasilitasi kembali proses mediasi antara pengemudi ojol dengan ojek konvensional. ‘’Intinya jangan sampai ada gesekan antara kedua belah pihak. Meskipun keberadaan ojek pangkalan sudah lebih dulu ada dibandingkan mereka (driver ojol, Red),’’ tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan me-review kembali kesepakatan yang dulu pernah terjadi antara mereka. Dengan harapan bisa didapat solusi terbaik. Sehingga mereka bisa berjalan seiringan tanpa harus ada konflik. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here