Driver Ojol Keluhkan Pembatasan Internet

26

MADIUN – Pembatasan internet dari pusat sejak 21 Mei lalu memantik keluhan dari pengguna jasa ojek online dan sejenisnya. Seperti yang dialami Rahmania, warga Mojorejo, Taman ini mengeluh kesulitan mendapatkan driver padahal lokasi penjemputan di tengah kota. Persisnya di Jalan Pahlawan. ’’Nggak tahu nih kenapa dari tadi set lokasi jemput yang muncul di layar lokasi penjemputan tidak terdeteksi,’’ kata perempuan 26 tahun ini.

Rahmania mengatakan, aplikasi online langganannya itu biasanya tidak membutuhkan waktu hingga lebih dari lima menit. Apalagi, lokasi penjemputannya di sebuah pusat perbelanjaan Jalan Pahlawan. ’’Biasanya cepat lah ini tadi kok lama banget, mau saya cancel eh ternyata  sudah connect,’’ keluhnya.

Rachman Setiawan, salah seorang driver aplikasi tersebut mengeluh orderan sepi. Jika biasanya menerima lima atau lebih penumpang. Namun, Jumat (24/5) baru menerima satu orderan. Dia menduga, salah satu penyebabnya karena pesanan karena adanya pembatasan akses internet pemerintah pusat. ’’Mungkin ya karena itu (pembatasan internet), sepi. Tadi ada penumpang yang mendadak cancel katanya saya lama. Padahal, pesannya baru saya terima, jaringannya lemot,’’ bebernya.

Ridwan Kris driver ojol lainnya tidak sependapat dengan Rachman. Sepinya orderan karena persaingan antar ojek online kian ketat. Apalagi di bulan Ramadan ini aplikator lain promo besar-besaran yang menawarkan tarif lebih murah dibandingkan perusahannya tempatnya bermitra. ’’Semenjak aplikator sebelah yang promo gila-gilaan apalagi ditambah bulan puasa ini omset jadi turun drastis,’’ ungkapnya.

Ambil contoh, kata diam biasanya dari pukul 05.30 sampai 15.00  dia sudah tutup poin (20 poin). Namun, selama bulan puasa, sampai petang hari tak kunjung menutup poin. Yang berefek langsung terhadap bonus pendapatannya. ’’Sekarang mau tutup poin saja susah, kalau internet lancar Cuma media sosial aja yang dibatasi,’’ pungkasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here