Driver Diintimidasi, Asosiasi Driver Online Pasang Badan

52
TERULANG LAGI: Seorang driver ojol saat melintas di kawasan Ngawi kota.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kalangan driver ojek online (ojol) Bumi Orek-Orek kembali terusik. Kali ini, seorang pengemudi ojol diduga mendapatkan intimidasi sejumlah oknum tukang ojek pangkalan (opang).

Oknum tersebut mengancam akan merusak kendaraan si pengemudi ojol karena mengambil penumpang di zona merah. ‘’Apa pun alasannya, perbuatan seperti itu tidak dibenarkan,’’ kata Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Ngawi Andik Ari Wibowo Jumat (9/8).

Andik mengungkapkan, ancaman yang diterima pengemudi ojol berinisial DS itu terjadi Rabu lalu (7/8). Bermula ketika yang bersangkutan mendapat telepon –tidak lewat aplikasi- dari teman yang juga tetangganya minta dijemput di Stasiun Paron.

Sampai di lokasi, DS didatangi enam orang yang diduga tukang opang. Tidak hanya mengeluarkan kata-kata larangan, kata Andik, sejumlah oknum yang tidak dikenali DS juga mengeluarkan ancaman. Seorang di antaranya menyebut DS sudah beberapa kali mengambil penumpang di wilayah stasiun. ‘’Kalau sekali lagi ketahuan, mobilnya akan dihancurkan,’’ ungkap Andik menirukan ancaman yang diterima DS.

Menurut Andik, tindakan DS itu tidak salah karena tak ada kesepakatan yang dilanggar. Kala itu, lanjut dia, DS tidak mengambil penumpang berdasarkan orderan yang masuk. Melainkan hanya berniat membantu temannya. Pun, menurut Andik, aturan kesepakatan yang dibuat hanya tertulis ojol yang bermitra dengan Grab. ‘’Jadi, tidak ada yang dilanggar,’’ tegasnya.

Kalaupun DS mengambil penumpang berdasarkan orderan masuk, Andik juga menilai tidak salah. Sebab, kesepakatan itu hanya berlaku untuk driver yang bermitra dengan Grab. Di sisi lain, dia mengakui hal itu jadi kelemahan dalam kesepakatan yang perlu diperbaiki ke depannya. ‘’Apa pun, jangan sampai ada upaya main hakim sendiri. Semua harus diselesaikan sesuai kesepakatan itu,’’ imbuhnya.

Meski baru sekadar ancaman, pihak ADO Ngawi maupun DS berniat mengadukan masalah tersebut ke pihak berwenang. Sebab, intimidasi semacam itu membuat ketidaknyamanan para pengemudi ojol. Apalagi, belum lama ini terjadi kasus penganiayaan dan perusakan yang berujung penahanan pelakunya. ‘’Ada rencana melapor supaya masalah serupa tidak terulang lagi,’’ ujar DS. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here