Drainase Buruk, Parkiran SMAN 1 Jogorogo Ambruk

310

NGAWI – Sebagian siswa SMAN 1 Jogorogo mulai kemarin (10/12) terpaksa memarkir kendaraannya di lapangan voli sekolah setempat. Itu terjadi setelah Sabtu lalu (8/12) salah satu tempat parkir roboh diterjang banjir.

Kendati tidak sampai mengganggu kegiatan belajar-mengajar (KBM), pihak sekolah geram lantaran kejadian seperti itu bukan kali pertama. ‘’Tahun lalu parkiran sebelah barat sini ambrol kena banjir juga,’’ kata Kepala SMAN 1 Jogorogo Yayuk Sri Rahayu.

Yayuk menuding, buruknya sistem drainase lingkungan setempat sebagai biang banjir. Gorong-gorong, kata dia, tidak mampu menampung air secara maksimal. Akibatnya, saat hujan air meluap ke kompleks sekolah yang posisinya lebih rendah.

Dia mengaku kecewa dengan kebiasaan warga sekitar membuang sampah sembarangan hingga gorong-gorong tersumbat. ‘’Hari ini (kemarin, Red) ada penilaian sekolah ramah anak dari provinsi, tapi tempat parkir malah ambrol seperti itu,’’ kesalnya.

Bangunan tempat parkir yang tahun lalu ambrol dengan penyebab sama, kata Yayuk, sudah kuat. Namun, terjangan banjir ganti menyasar lokasi parkir di sebelah timurnya. Bangunan berukuran 25×3 meter itu roboh menimpa kebun samping utara sekolah. ‘’Untuk sementara, sebagian parkir dipindah ke lapangan,’’ terangnya.

Sejatinya pihaknya sudah membuat saluran agar air tidak meluber ke kompleks sekolah. Namun, saking derasnya hujan tetap saja masuk dan membuat tempat parkir itu ambrol. Pun, dia berharap warga sekitar tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Budianto, seorang tukang bangunan di sekolah tersebut, mengatakan bahwa luapan air mulai masuk kompleks sekolah sekitar pukul 14.00. Mengetahui hal itu, dia bersama teman kerjanya memindahkan motor dari tempat parkir yang longsor. ‘’Air luapan gorong-gorong datang terus. Banyak sampahnya. Lalu tempat parkir ambruk,’’ beber pria asal Desa Dawung, Jogorogo, itu.

Atap asbes tempat parkir rata dengan tanah. Kerangka bangunan sebagian doyong searah terjangan banjir, sebagian lagi ambruk. Sedangkan dinding sepanjang kurang lebih 25 meter ambrol. Puing-puing bangunan berserakan di kebun samping sekolah. Pun, sebuah motor milik teman kerjanya saat itu sampai ambruk diterjang banjir luapan gorong-gorong. ‘’Air mulai surut saat hujan sudah reda,’’ pungkasnya. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here